Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Pemikiran Ekonomi Ibnu Taimiyah Abad ke-13 M terhadap Pengembangan Ekonomi Islam Kontemporer putra, rezki ananda; amin, Kamiruddin; Mutalib, Ahmad Abdul
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the relevance of Ibn Taymiyyah’s 13th-century economic thought to the development of contemporary Islamic economics, focusing on the concepts of fair price, market mechanisms, anti-monopoly principles, and the role of the state in maintaining economic balance. This research employs a qualitative approach through library research by examining Ibn Taymiyyah’s primary works as well as secondary literature consisting of books and scholarly articles discussing his economic ideas. The findings reveal that the concepts of al-tsa’man al-mithli (fair price), honesty in trade, the prohibition of hoarding and market exploitation, and the role of the state through the hisbah institution align closely with modern economic theories and remain highly relevant to contemporary economic challenges. These principles can be applied to analyze issues such as oligopolistic market structures, price fluctuations in essential goods, digital trade regulation, and consumer protection in technology-based economies. This study concludes that Ibn Taymiyyah’s economic thought is not merely of historical significance but also provides strong normative and analytical foundations for the advancement of modern Islamic economics that uphold justice, public welfare, and the principles of Sharia.
Wasiat Sebagai Instrumen Distribusi Kekayaan Dalam Ekonomi Syariah: Telaah Studi Literatur Amir, Nur Buana; Putra, Rezki Ananda; Husain, Hukmiah
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v7i1.4235

Abstract

Distribusi kekayaan merupakan persoalan mendasar dalam ekonomi modern yang sering kali ditandai oleh kecenderungan konsentrasi harta pada kelompok tertentu. Dalam konteks ekonomi syariah, keadilan distributif menjadi prinsip utama yang menuntut agar harta tidak beredar secara eksklusif di kalangan orang-orang kaya. Salah satu instrumen yang memiliki potensi penting dalam mendukung pemerataan distribusi kekayaan adalah wasiat. Namun demikian, kajian mengenai wasiat selama ini masih didominasi oleh pendekatan normatif-fikih dan hukum keluarga, sehingga peran wasiat sebagai instrumen distribusi kekayaan dalam ekonomi syariah belum banyak dikaji secara komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan peran wasiat sebagai instrumen distribusi kekayaan dalam perspektif ekonomi syariah, khususnya ditinjau dari landasan normatif dan kerangka maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui telaah sistematis terhadap kitab fikih klasik, karya ulama kontemporer, serta jurnal dan literatur akademik di bidang ekonomi syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa wasiat memiliki fungsi strategis sebagai mekanisme distribusi kekayaan pasca kematian yang bersifat sukarela namun berdampak sosial-ekonomi. Wasiat memungkinkan redistribusi harta kepada kelompok non-ahli waris dan kepentingan publik yang bernilai kemaslahatan, sehingga memperluas sirkulasi kekayaan di luar lingkaran keluarga inti. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, wasiat sejalan dengan tujuan menjaga harta (ḥifẓ al-māl) dan mewujudkan kemaslahatan umum (jalb al-maṣāliḥ). Dengan demikian, wasiat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen hukum keluarga, tetapi juga sebagai mekanisme ekonomi syariah yang berkontribusi pada keadilan distributif dan pemerataan kesejahteraan.