Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analizyng Ridha As a Mediator Within the BDI Model: A Study on Middle-Class Preferences for Muslim-Friendly Cafes Amir, Nur Buana; Razak, Syaparuddin; Jumarni, Jumarni
Iqtishodia: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/iqtishodia.v10i1.1632

Abstract

This study aims to analyze the impact of Muslim-friendly cafes on customer satisfaction using the BDI (Belief, Desire, Intention) model framework. The main focus is on how the concept of ridha (spiritual satisfaction) can be measured by customers visiting these cafes. A survey was conducted with 161 middle-class Muslim respondents in South Sulawesi using a Likert scale, and data were analyzed through Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 4. Results show that belief, desire, and intention significantly influence the decision to visit. Key factors enhancing satisfaction include halal product quality, good service, and a comfortable Islamic atmosphere. Worship facilities, like prayer rooms, also add value. Muslim-friendly cafes attract both Muslim and non-Muslim customers interested in quality. Religious and cultural factors play a crucial role in shaping Muslim consumer behavior. Marketing strategies incorporating BDI elements and spiritual satisfaction can boost visits and customer loyalty.
Kontribusi Pemikiran Ekonomi Al-Syatibi dan Ibnu Khaldun terhadap Struktur Ekonomi Islam amir, nur buana; Yusni, Nurtasyani; amin, Kamiruddin; Mutalib, Ahmad Abdul
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran ekonomi Ibn Taymiyyah abad ke-13 terhadap perkembangan ekonomi Islam kontemporer, dengan fokus pada konsep harga wajar, mekanisme pasar, prinsip anti-monopoli, dan peran negara dalam menjaga keseimbangan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui riset pustaka dengan meneliti karya-karya utama Ibn Taymiyyah serta literatur sekunder yang terdiri dari buku dan artikel ilmiah yang membahas ide-ide ekonominya. Temuan menunjukkan bahwa konsep al-tsa'man al-mithli (harga wajar), kejujuran dalam perdagangan, larangan penimbunan dan eksploitasi pasar, dan peran negara melalui lembaga hisbah selaras dengan teori ekonomi modern dan tetap sangat relevan dengan tantangan ekonomi kontemporer. Prinsip-prinsip ini dapat diterapkan untuk menganalisis isu-isu seperti struktur pasar oligopolistik, fluktuasi harga barang-barang kebutuhan pokok, regulasi perdagangan digital, dan perlindungan konsumen dalam ekonomi berbasis teknologi. Studi ini menyimpulkan bahwa pemikiran ekonomi Ibn Taymiyyah tidak hanya memiliki signifikansi historis tetapi juga memberikan landasan normatif dan analitis yang kuat untuk kemajuan ekonomi Islam modern yang menjunjung tinggi keadilan, kesejahteraan umum, dan prinsip-prinsip Syariah.
Wasiat Sebagai Instrumen Distribusi Kekayaan Dalam Ekonomi Syariah: Telaah Studi Literatur Amir, Nur Buana; Putra, Rezki Ananda; Husain, Hukmiah
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v7i1.4235

Abstract

Distribusi kekayaan merupakan persoalan mendasar dalam ekonomi modern yang sering kali ditandai oleh kecenderungan konsentrasi harta pada kelompok tertentu. Dalam konteks ekonomi syariah, keadilan distributif menjadi prinsip utama yang menuntut agar harta tidak beredar secara eksklusif di kalangan orang-orang kaya. Salah satu instrumen yang memiliki potensi penting dalam mendukung pemerataan distribusi kekayaan adalah wasiat. Namun demikian, kajian mengenai wasiat selama ini masih didominasi oleh pendekatan normatif-fikih dan hukum keluarga, sehingga peran wasiat sebagai instrumen distribusi kekayaan dalam ekonomi syariah belum banyak dikaji secara komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan peran wasiat sebagai instrumen distribusi kekayaan dalam perspektif ekonomi syariah, khususnya ditinjau dari landasan normatif dan kerangka maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui telaah sistematis terhadap kitab fikih klasik, karya ulama kontemporer, serta jurnal dan literatur akademik di bidang ekonomi syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa wasiat memiliki fungsi strategis sebagai mekanisme distribusi kekayaan pasca kematian yang bersifat sukarela namun berdampak sosial-ekonomi. Wasiat memungkinkan redistribusi harta kepada kelompok non-ahli waris dan kepentingan publik yang bernilai kemaslahatan, sehingga memperluas sirkulasi kekayaan di luar lingkaran keluarga inti. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, wasiat sejalan dengan tujuan menjaga harta (ḥifẓ al-māl) dan mewujudkan kemaslahatan umum (jalb al-maṣāliḥ). Dengan demikian, wasiat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen hukum keluarga, tetapi juga sebagai mekanisme ekonomi syariah yang berkontribusi pada keadilan distributif dan pemerataan kesejahteraan.