Kemampuan berbicara siswa kelas XI-2 SMA Plus Muhammadiyah Natar masih tergolong rendah, ditunjukkan oleh hasil pre-test dengan nilai rata-rata 46 (kategori kurang). Permasalahan ini perlu mendapat perhatian karena keterampilan berbicara merupakan kompetensi penting abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas optimalisasi platform TikTok sebagai media pembelajaran digital dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada materi teks prosedur. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas XI SMA Plus Muhammadiyah Natar. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berbicara (pre-test dan post-test), observasi aktivitas siswa dan guru, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif dan kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa secara bertahap dan konsisten. Nilai rata-rata meningkat dari 46 pada pra siklus menjadi 63 pada Siklus I, dan mencapai 76 pada Siklus II. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator keterampilan berbicara, meliputi kelancaran, pelafalan, intonasi, diksi, struktur penyampaian, dan bahasa tubuh. Selain itu, penggunaan TikTok juga meningkatkan kepercayaan diri, keaktifan, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Meskipun penelitian ini terbatas pada satu kelas dengan jumlah subjek yang relatif kecil, temuan menunjukkan bahwa TikTok dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran alternatif yang efektif untuk melatih keterampilan berbicara secara runtut dan ekspresif melalui pendekatan pedagogis yang terstruktur.