Permasalahan tumbuh kembang pada bayi dan balita merupakan hal yang urgent yang perlu segera di tindak lanjuti. Hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya ibu balita yang belum memahami akan pentingnya deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan balita. Deteksi dini tumbang pada balita salah satu upayanya yaitu dengan melakukan pijat pada bayi/balita dimana dengan upaya tersebut dapat mempengaruhi tumbuh kembang balita sehingga pertumbuhannya bisa optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pentingnya baby massage terhadap motorik duduk tanpa dipegang bayi usia 6-8 bulan. Rancangan penelitian yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental design. Desain ini memiliki hasil sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Penelitian dilakukan di posyandu Anggrek, Wilayah kerja puskesmas Lubuk besar, Bangka Tengah. Populasi sampel dalam penelitian ini adalah bayi usia 6 sampai 8 bulan yang ada di Posyandu Anggrek, Lubuk Besar, Bangka Tengah. Berdasarkan kriteria penilaian uji pengaruh nilai signifikansi tersebut memiliki arti terdapat pengaruh motorik kasar duduk tanpa di pegang bayi usia 6– 8 bulan dengan baby massage therapy , sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil uji perbandingan menunjukkan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.690 (>0.05). Berdasarkan kriteria penilaian uji perbandingan nilai signifikansi tersebut, memiliki arti tidak ada perbandingan pengaruh motorik kasar duduk tanpa di pegang bayi usia 6–8 bulan dengan baby massage therapy, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1ditolak. Disimpulkan bahwa Baby massage dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar khususnya duduk tanpa dipegang.