Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia dengan kebutuhan rata-rata 2,2 juta ton per tahun, namun 67,99% di antaranya masih dipenuhi melalui impor. Upaya peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan perbaikan varietas melalui pemuliaan mutasi. Penentuan lethal dose 50 (LD₅₀) merupakan tahap penting dalam induksi mutasi untuk memperoleh konsentrasi mutagen yang efektif. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai LD50 mutagen sodium azide (SA) pada benih kedelai galur M.1.1.3. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada Juni–September 2023. Benih kedelai galur M.1.1.3 direndam dalam larutan SA dengan enam konsentrasi (0, 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm) selama 4 jam, kemudian disemai pada media tanah : pasir : pupuk kandang (1:1:1). Peubah yang diamati meliputi persentase perkecambahan dan tinggi bibit pada umur 7 dan 14 HST. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Curve Expert 1.4 untuk menentukan nilai LD₅₀ sodium azide pada benih kedelai galur M.1.1.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan tertinggi terdapat pada kontrol (0 ppm) sebesar 93,33%, sedangkan pada konsentrasi 10 ppm hanya 6,66%. Perlakuan mutagen SA 10 ppm mengakibatkan kematian semua kecambah kedelai galur M.1.1.3 pada umur 14 HST. Analisis kurva regresi menghasilkan nilai LD₅₀ pada konsentrasi SA sebesar 5,56 ppm. Nilai ini menunjukkan bahwa konsentrasi efektif sodium azide yang berpotensi menghasilkan mutasi terletak sedikit di bawah 5,56 ppm. Temuan ini dapat dijadikan dasar dalam menentukan konsentrasi mutagen yang tepat pada program pemuliaan kedelai melalui induksi mutasi dengan sodium azide.