Penyalahgunaan narkotika merupakan fenomena kompleks yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan sosial, tetapi juga oleh pengalaman pengasuhan yang diterima individu sejak masa kanak-kanak hingga menuju usia dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran pola asuh orangtua yang dialami oleh pasien penyalahguna narkotika kategori sedang di Balai Besar Rehabilitasi BNN RI. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari empat orang pasien rehabilitasi dengan permasalahan penyalahgunaan narkotika, satu orang asisten psikologi sebagai informan, dan satu orang psikolog klinis sebagai informan kunci. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi selama masa magang dan penelitian, serta dokumentasi yang diperoleh atas izin Lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif, neglectful (pengabaian), dan otoriter memiliki kecenderungan kuat untuk berkontribusi pada perilaku penyalahgunaan narkotika. Kondisi lingkungan keluarga yang kacau dan minimnya kehangatan emosional menciptakan ketidaknyamanan bagi anak. Hal ini mendorong mereka untuk mencari penerimaan dan kenyamanan dari lingkungan luar, termasuk melalui pergaulan negatif yang berisiko. Temuan ini menegaskan pentingnya kualitas pola asuh dalam membentuk ketahanan psikologis dan kontrol diri anak, terutama selama masa transisi menuju dewasa. Pola asuh yang suportif adalah kunci untuk membantu anak mengembangkan strategi koping stres yang efektif dan regulasi emosi yang baik, sehingga mengurangi kerentanan mereka terhadap penyalahgunaan narkotika.