Pradipta, Frans Tory Damara
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBENTUKAN ORIENTASI POLITIK SANTRI DI PESANTREN Pradipta, Frans Tory Damara
Al Irfan : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 1 (2026): April
Publisher : IAI Sunan Giri Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64877/alirfan.v2i1.64

Abstract

This study examines the implementation of Pancasila and Civic Education (PPKn) in shaping the political orientation of santri within Islamic boarding schools (pesantren). The study is grounded in the understanding that pesantren function not only as religious educational institutions but also as spaces for cultivating civic awareness and value-based political orientation. This research employs a qualitative approach through literature study and conceptual analysis of educational practices in pesantren. The findings indicate that the implementation of PPKn in pesantren is not limited to formal classroom instruction, but is deeply embedded in the pesantren culture, including the role modeling of kiai, deliberative traditions, and the collective life of santri. Pancasila values are not taught in isolation; rather, they are integrated with Islamic teachings, which contributes to the formation of a moderate, inclusive, and state-oriented political outlook among santri. This reflects the strategic role of pesantren in fostering political literacy grounded in moral and religious values. The study concludes that civic education in pesantren serves as an essential medium for developing political awareness that is not only normative but also practical in social life. Strengthening the integration between Pancasila values and Islamic teachings within pesantren education is therefore crucial in producing santri with mature and responsible political orientations.
POLITIK EKSTRA-PARLEMENTER DIGITAL DAN KETAHANAN NASIONAL: MEDIA SOSIAL SEBAGAI INSTRUMEN ADVOKASI REPUBLIK MALUKU SELATAN (RMS) Pradipta, Frans Tory Damara; Aliyah, Aliyah; Ramadhan, Gilang; Khalid Vikriadi, Khalid Vikriadi; Irvan Ansyari, Irvan Ansyari
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v10i1.53951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial sebagai instrumen advokasi oleh jaringan Republik Maluku Selatan (RMS) dalam konteks politik ekstra-parlementer digital serta implikasinya terhadap dinamika komunikasi politik dan ketahanan nasional. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada terbatasnya kajian yang mengkaji bagaimana aktor non-negara seperti RMS memanfaatkan ruang digital untuk mempertahankan eksistensi dan menyebarkan narasi politik secara transnasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana terhadap konten komunikasi digital pada akun Instagram @pemerintahrms, @onzestrijd_rms, dan @demoteampemerintahrms, dengan fokus pada narasi, simbol, dan strategi komunikasi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi politik alternatif untuk menyebarkan identitas politik, membangun solidaritas diaspora, serta menjaga visibilitas gerakan di ruang publik digital melalui strategi simbolik dan visual yang bersifat transnasional. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa media sosial telah menjadi arena politik ekstra-parlementer digital yang memungkinkan aktor non-negara mempertahankan pengaruhnya di luar mekanisme formal. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada fokus platform dan jumlah akun yang dianalisis. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek kajian pada berbagai platform digital serta menggunakan pendekatan komparatif guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.