Tujuan pembelajaran sejarah adalah membentuk karakter bangsa sehingga memiliki peran yang penting dalam membentuk kesadaran kebangsaan dan menanamkan nilai keindonesiaan bagi generasi muda. Namun seringkali pembelajaran sejarah dianggap membosankan, kurang menarik minat belajar siswa apabila hanya menekankan materi yang ada di buku teks yang narasi sejarahnya lebih bersifat nasional sehingga siswa kurang merasakan manfaat untuk kehidupan nyatanya. Untuk itu perlu inovasi baik strategi, media maupun bahan ajar dikaitkan dengan sejarah lokal yang memiliki nilai kearifan yang sangat berguna bagi pembentukan karakter bangsa. Dalam rangka itu, dilakukan penerapan pembelajaran yang inovatif, integrative dengan sejarah lokal, di SMPN 133 Jakarta Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Metode pelaksanaan dilakukan melalui workshop dan untuk mengukur keberhasilan dilakukan penyebaran angket kepada 20 siswa/peserta. Kegiatan ini dapat dikatatakan berhasil memberikan kesadaran nasionalisme yang merupakan fondasi karakter Keindonesiaan. Hasil angket menunjukkan bahwa (95%) siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi sejarah lokal, (100%) siswa menilai pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan, serta (95%) siswa menyatakan bangga terhadap peninggalan sejarah di Kepulauan, Emodul terintegrasi sejarah lokal menumbuhkan rasa cinta tanah air (86%) dan kesadaran persatuan (90%). Dengan demikian disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian berupa penerapan e modul terintegrasi sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah, terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa, membentuk karakter keindonesiaan, dan memperkuat nasionalisme generasi muda di lingkungan sekolah.