Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Genealogy and Epistemological Configuration of Malay Islam and Nusantara Islam in Contemporary Islamic Studies Farozah, Hendri; Syarkoni, Syarkoni; Rusli, Ris’an
JURNAL AT-TURAS Vol 12, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v12i4.13453

Abstract

This study analyses the conceptual genealogy of Malay Islam and Nusantara Islam and examines the similarities and differences between them in contemporary scientific discourse. Although the two terms are often used interchangeably in academic and public discourse, systematic studies comparing their historical foundations, epistemic actors, and conceptualisation processes are still limited. This gap is the main focus of this study. This study uses a library method with a historical-critical approach and conceptual analysis, which is operationalised through discourse tracing of historical and academic sources, as well as conceptual mapping of the construction of meaning of the two terms. The research data includes classical Malay manuscripts, works of Islamic philology and historiography, religious anthropology literature, and recent scientific publications in Islamic and Southeast Asian studies. The results of the analysis show that Malay Islam is rooted in a pre-modern Islamisation process that was institutionalised through a network of scholars, kingdoms, and classical literacy traditions, while Islam Nusantara is a modern discursive construction that has developed in an academic and religious organisational context since the early 21st century. This study identifies three main findings: similarities between the two in their accommodative and moderate orientation towards Islam; differences in their historical basis, cultural space, and discourse-forming actors; and the strategic role of both in formulating a contextual Islamic paradigm. Theoretically, this research contributes to strengthening the study of Islamic epistemology and Southeast Asian studies by offering a more precise comparative framework for understanding local Islam as a historical and discursive construct.
Periodesasi Seni Melayu: Tinjaun Keberlanjutan Elemen Seni dan Budaya Jamil, Syahril; Syarkoni, Syarkoni; Kurniati, Heny; Aliyuddin, Muhammad
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16497

Abstract

Penelitian ini mengkaji periodesasi seni Melayu dengan fokus pada keberlanjutan elemen seni dan budaya yang berkembang dari masa ke masa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada dinamika perubahan sosial, politik, dan keagamaan yang memengaruhi transformasi seni Melayu, namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional sebagai identitas budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tahapan periodesasi seni Melayu serta menganalisis bentuk keberlanjutan elemen estetika, simbolik, dan filosofis di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, melalui studi literatur, analisis dokumen, dan interpretasi terhadap karya seni Melayu dalam berbagai periode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni Melayu mengalami beberapa fase perkembangan, mulai dari periode tradisional, pengaruh Islam, kolonial, hingga kontemporer, dengan adanya adaptasi terhadap perubahan zaman tanpa menghilangkan nilai inti seperti religiusitas, kesopanan, dan simbolisme budaya. Keberlanjutan tersebut tercermin dalam motif, bahasa estetika, serta fungsi sosial seni yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa seni Melayu tidak hanya bersifat adaptif, tetapi juga resilien dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap periodesasi ini penting sebagai upaya pelestarian dan penguatan warisan budaya Melayu secara berkelanjutan.