Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui Peranan Yosaphat Sudarso Dalam Upaya Mempersatukan Irian Barat Dengan NKRI Pada 1950-1963 Suatu Sumbangan Media Pembelajaran Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan. Pembahasan ini adalah untuk mengetahui : (1) Latar Belakang Yosaphat Sudarso dalam upaya Mempersatukan Irian Barat dengan NKRI Pada 1950-1963 (2) peranan Yosaphat Sudarso dalam upaya mempersatukan Irian Barat dengan NKRI Pada 1950-1963, (3) dampak peranan Yosaphat Sudarso dalam upaya mempersatukan Irian Barat dengan NKRI Pada 1950-1963, (4) sumbangan media pembelajaran Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan. Metode: historis. Jenis Penelitian: kajian pustaka. Penulis menggunakan Pendekatan geografi, sosiologi, politik dan militer. Penulis juga menggunakan Teknik Pengumpulan Data: studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik Analis Data: kritik sumber (verifikasi), interpretasi dan historiografi, Kesimpulan (1). Latar Belakang Yosaphat Sudarso dalam Upaya Mempersatukan Irian Barat dengan NKRI Pada 1950-1963 Yosaphat Sudarso ingin mempersatukan Irian Barat dengan NKRI karena Yosaphat Sudarso sebagai seorang anggota militer yang setia kepada bangsa dan negara, Yosaphat Sudarso merasa bahwa Irian Barat adalah bagian integral dari NKRI yang harus dipertahankan. Pada saat Indonesia baru merdeka, Belanda masih menguasai Irian Barat (Papua), meskipun Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. (2) Peranan Yosaphat Sudarso dalam upaya mempersatukan Irian Barat dengan NKRI Pada 1950-1963, yakni dimulai ketika Yosaphat Soedarso, menumpas pemberontakan Andi Azis di Makassar, menjadi komandan korvet Banteng menumpas gerakan rakyat Maluku Selatan, menempuh pendidikan di negeri Belanda, diangkatnya Yos sebagai Deputy I KSAL, pucaknya ketika Yos ikut terlibat dalam pembebasan Irian Barat dari kekuasaan Belanda, dibentuklah Komando Mandala yang bersifat gabungan dari unsur Angkatan Darat, laut dan udara dalam operasi pertempuran laut Aru. (3) dampak dari peranan Yosaphat Sudarso dapat mendorong opini publik nasional dan internasional dan juga membantu memperkuat tekanan terhadap Belanda. Kematian sang perwira dianggap sebagai simbol pengorbanan demi persatuan bangsa, turut memperkuat diplomasi Indonesia menuju kesepakatan New York atau perjanjian New York yang ditandatangani pada bulan Agustus 1962, dan pada tahun 1963 kembalinya Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi. (4) bentuk sumbangan dari materi peranan Yosaphat Sudarso dalam upaya mempersatukan Irian Barat dengan NKRI pada 1950-1963 dalam pembelajaran sejarah yakni sumbangan media pembelajaran berupa poster berbingkai yang ditunjuk untuk mata kuliah Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan. Poster tersebut berisikan tentang Latar Belakang Yosaphat Sudarso dalam upaya mempersatukan Irian Barat dengan NKRI, biografi Yosaphat Sudarso, Peranan Yospahat Sudarso dan dampak peranan Yosaphat Sudarso.