Permasalahan pengangguran merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan daerah karena berimplikasi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas sosial ekonomi. Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih menghadapi tantangan dalam menekan angka pengangguran, terutama pengangguran terbuka dan setengah pengangguran. Dalam konteks tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi memiliki peran penting dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta program ketenagakerjaan guna meningkatkan kesempatan kerja dan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa dalam menurunkan angka pengangguran serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, pihak terkait, serta masyarakat pencari kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa diwujudkan melalui pelaksanaan program pelatihan kerja, perluasan kesempatan kerja, fasilitasi penempatan tenaga kerja, serta pemberdayaan transmigrasi sebagai alternatif penyerapan tenaga kerja. Namun demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan anggaran, rendahnya kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam program pelatihan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas kebijakan dan program penanggulangan pengangguran di Kabupaten Sumbawa.