Komunitas Tunas Kecil Berdikari merupakan gerakan lingkungan berbasis masyarakat yang dibentuk sebagai upaya meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga kelestarian alam, terutama melalui program penanaman pohon. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus di Desa Mranggen dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai sasaran utama, mengingat kelompok perempuan memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan mulai dari lingkup keluarga hingga komunitas sekitar. Pendekatan yang digunakan tidak hanya menitikberatkan pada kegiatan penanaman pohon semata, tetapi juga pada proses edukasi, pemberdayaan, serta pembentukan perilaku ekologis yang berkelanjutan. Program dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, pelatihan teknik penanaman yang benar, hingga pendampingan lapangan secara langsung. Materi penyuluhan disusun agar mudah dipahami dan disesuaikan dengan konteks lokal desa, sehingga peserta dapat langsung mengaitkan manfaat kegiatan dengan kondisi lingkungan mereka. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi praktik menanam dan merawat bibit, yang bertujuan meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam memastikan bibit dapat tumbuh optimal dan keberlanjutan program dapat terjaga. Pelaksanaan kegiatan ini memperlihatkan bahwa keterlibatan aktif ibu-ibu PKK memberikan dampak positif, baik dalam peningkatan pemahaman maupun perubahan sikap terhadap isu lingkungan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk saat proses penanaman dan perawatan awal bibit. Komitmen tersebut tercermin dari kesediaan peserta untuk secara mandiri melakukan penyiraman rutin, menjaga area tanam, serta mengajak warga lain untuk ikut terlibat dalam upaya penghijauan desa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan, kesadaran lingkungan, serta keterampilan teknis peserta. Jumlah pohon yang berhasil ditanam turut mengalami peningkatan dan tersebar pada berbagai titik strategis desa yang sebelumnya minim vegetasi. Dampak visual dan ekologis mulai terlihat melalui tumbuhnya area hijau baru yang berpotensi meningkatkan kualitas udara, memperindah kawasan, serta menjaga stabilitas tanah. Kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai model pelibatan masyarakat, khususnya kelompok perempuan, yang terbukti efektif dalam mendukung program konservasi lingkungan yang berkelanjutan. Temuan kegiatan ini dapat dijadikan contoh dan direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa.