Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi Reaksi Saponifikasi Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun pada UMKM BUMDes Anugrah Mulya Adriyani, Lies Wuryanita; Khairunisa; Rizki, Nuzulul Anggi; Wijaya, Rizki Ainuna; Baihaqi, Muhammad Suqron Rijal; Imelia Shafa Febrianna; Adila Rafa Nuresa
APPA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 4 (2025): APPA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (INPRESS)
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi sabun sebagai upaya pengurangan limbah industri rumah tangga di Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Limbah minyak jelantah yang dibuang secara langsung berpotensi mencemari tanah dan sumber air di lingkungan permukiman. Metode pengabdian yang digunakan meliputi penyuluhan mengenai dampak lingkungan limbah minyak jelantah, pelatihan pembuatan sabun berbahan dasar minyak jelantah melalui praktik langsung (hands-on training), serta pendampingan pasca pelatihan untuk mendukung keberlanjutan praktik pengelolaan limbah. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada 24 Mei 2025 dan diikuti oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolah makanan ringan binaan BUMDes Anugrah Mulya. Peserta dibimbing untuk bekerja secara aman dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) saat menangani bahan kimia, khususnya natrium hidroksida (NaOH). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi sabun dari minyak jelantah dengan memperhatikan standar keamanan dengan karakteristik fisik sabun yang stabil, beraroma netral, dan memiliki daya pembersih yang baik setelah melalui proses curing selama satu bulan. Kegiatan ini berkontribusi pada penerapan pengelolaan limbah industri rumah tangga yang lebih ramah lingkungan serta mendukung pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku produk pembersih di tingkat desa.
Preliminary Study of Life Cycle Assessment on Food Surplus Redistribution Compared to Food Waste Management in Surabaya Khairunisa; Rizki, Nuzulul Anggi; Adriani, Lies Wuryanita; Wijaya, Rizki Ainuna
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026): Gema Lingkungan Kesehatan (on progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v24i1.462

Abstract

Food waste accounts for approximately 40% of total waste generation in Indonesia and contributes significantly to national greenhouse gas (GHG) emissions. While most food waste is still disposed of in landfills, food surplus redistribution through food banks has emerged as a potential mitigation strategy. This study evaluates the environmental performance of food surplus redistribution compared to conventional food waste management options using a life cycle assessment (LCA) approach. The analysis was conducted at Garda Pangan, Surabaya, with a functional unit of 1 ton of food surplus and assessed three scenarios: (1) landfill disposal, (2) composting and anaerobic digestion, and (3) food surplus redistribution. The assessment applied the CML IA Baseline method and focused on Global Warming Potential (GWP), using SimaPro 9.0 and the Ecoinvent 3 database. The results show that landfill disposal has the highest GWP at 1,920 kg CO₂-eq per ton of food waste, driven primarily by methane emissions from anaerobic decomposition. Composting and anaerobic digestion result in lower impacts, at 1,503 and 1,730 kg CO₂-eq per ton, respectively. In contrast, food surplus redistribution shows a markedly lower GWP of 1.24 kg CO₂-eq per ton of food surplus, as emissions are dominated by transportation activities within a simplified gate-to-gate system boundary. This preliminary analysis relied on secondary inventory data and excluded potential avoided food production impacts; therefore, the estimated GWP for redistribution may underestimate or overestimate actual emissions. These findings highlight the importance of prioritizing food waste prevention and the benefits of food surplus redistribution within integrated waste management strategies to reduce GHG emissions while delivering social co-benefits.