Eksa, Rena
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Dosis POC Bonggol Pisang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Eksa, Rena; Supandji, Supandji; Junaidi, Junaidi; Widiyono, Wahyu
Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v6i1.7267

Abstract

Increasing the productivity of shallot (Allium ascalonicum L.), a high-value horticultural crop, can be achieved through the application of organic-based technology. One promising innovation is the use of liquid organic fertilizer (LOF) derived from banana corms, which contains essential nutrients and decomposer microorganisms. These components help improve soil structure and enhance nutrient availability, thereby supporting plant growth. This study aims to evaluate the effect of banana corm-based LOF on shallot growth and yield, and to determine the most effective application rate. The research was conducted in Selorejo Village, Nganjuk Regency, from May to July 2024. The plants were grown in polybags, and a Completely Randomized Design (CRD) was used with six treatment levels ranging from D0 (control) to D5 (highest dose). The observed parameters included plant height, number of leaves, fresh and dry biomass weight, and dry bulb weight. The data were analyzed using ANOVA to assess treatment effects. The results showed that banana corm LOF application significantly affected several growth variables, particularly plant height at 14 days after planting (DAP), number of leaves at 21–35 DAP, dry biomass weight, and dry bulb weight. Among the treatments, the 200 ml per plant dose (D5) produced the best growth and yield performance. Therefore, this dosage is recommended as the optimal application rate for enhancing shallot production using banana corm-based LOF. Peningkatan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.), yang merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, dapat ditempuh melalui pemanfaatan teknologi berbasis organik. Salah satu inovasi yang digunakan adalah pupuk organik cair (POC) dari bonggol pisang, yang mengandung unsur hara penting serta mikroorganisme pengurai. Kandungan tersebut mampu memperbaiki sifat fisik tanah dan memperkaya ketersediaan nutrien, yang pada akhirnya menunjang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengaruh POC bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, sekaligus mengidentifikasi dosis paling efektif. Kegiatan penelitian berlangsung di Desa Selorejo, Kabupaten Nganjuk, selama bulan Mei hingga Juli 2024. Media tanam menggunakan polybag, dan rancangan percobaan yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dosis, yaitu D0 (kontrol) hingga D5 (dosis tertinggi). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan basah dan kering, serta berat umbi kering. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa POC bonggol pisang memberikan dampak signifikan terhadap beberapa aspek pertumbuhan, antara lain tinggi tanaman pada 14 hari setelah tanam (HST), jumlah daun pada 21 hingga 35 HST, serta peningkatan bobot brangkasan kering dan berat umbi kering. Dosis 200 ml per tanaman (D5) menunjukkan respons pertumbuhan dan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya, sehingga dapat direkomendasikan sebagai dosis optimal dalam budidaya bawang merah dengan pendekatan berbasis POC bonggol pisang.