Supandji, Supandji
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Kadiri

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH DOSIS PUPUK N P K DAN BEBERAPA VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS L) Supandji, Supandji
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 1 (2018): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i1.402

Abstract

RINGKASANTujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh dosis pupuk NPK dan beberapa varietas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang  (Vigna sinensis L ). di Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Hipotesis Seberapa jauh pengaruh dosis pupuk NPK dan beberapa varietas yang tepat akan memberikan pertumbuhan dan produksi kacang panjang yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri,  Propinsi Jawa Timur.  Dengan ketinggian tempat 89 meter dpl, pH 6, Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari 2018 sampai bulan Mei 2018. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) Faktorial, dengan dua faktor dan di ulang tiga kali. Perlakuan tersebut adalah dosis pupuk NPK ( M ) terdiri 4 level, varietas ( V )   terdiri dari 3 level : M0 = tanpa pupuk NPK,  M1    = dosis pupuk 100 kg ha-1.  M2 =  dosis pupuk NPK 200 kg ha-1  M3 =  dosis pupuk 300 kg ha-1.  V1 =  Varietas Hero J2 =  Varietas Maron, V3 =  varietas Lumut Hijau  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pupuk NPK dan varietas terjadi Interaksi yang  nyata  terhadap pengamatan panjang tanaman, jumlah daun. Luas daun, panjang polong per tanaman, jumlah polong per tanaman.   berat polong konsumsi per tanaman, berat polong konsumsi per hektar. Produksi tertinggi dicapai pada  perlakuan  dosis pupuk NPK dan beberapa varietas (M2V3 ) untuk panjang tanaman sebesar 204.793 cm,  Jumlah dayn 16.996 helai, Luas daun 64.060 cm2, jumlah polong per tanaman sebesar  34.580 buah, panjang polong per tanaman sebesar 79.420 cm per tanaman dan Berat polong per tanaman sebesar 910.843 gram dan produksi tiap hektar sebesar 21.263 ton. Kata Kunci: Pupuk, NPK, Varietas, Tanaman, Kacang Panjang
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L) PADA DOSIS PUPUK SP-36 Supandji, Supandji
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 1, No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v1i2.322

Abstract

RINGKASAN         Peningkatan produksi  dengan penggunaan varietas unggul yang telah ada bagi semua petani yang diikuti dengan dosis pemupukan  optimum dan cara     bercocok    tanam    yang    baik   dapat   meningkatkan   produksi   jagung          Tanaman jagung sebenarnya tidak terlalu memilih lahan.  Lahan pertanian umumnya bisa ditanami, tapi intensifikasi yang lebih intensif itulah yang diperlukan bila dibanding dengan tanaman lainnya.  Hal yang  perlu diperhatikan dalam peningkatan produksi jagung ini adalah penggunaan pupuk yang tepat, jarak tanam, pengairan yang memungkinkan dan keadaan tanah yang subur dan gembur serta tindak budidaya lainnya yang mendukung. Percobaan ini menggunakan pupuk SP 36 terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman jagung ( Zea mays L )Hipotesis  diharapkan pemberian pupuk 300 kgSP-36 / hektar akan memberikan  produksi tanaman jagung yang meningkat.   Percobaan dilaksanakan di desa Keniten,  Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.   Penelitian dilaksanakan mulai bulan September  – Desember  2017. Penelitian ini dilaksanakan di lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap  terdiri dari satu faktor diulang empat kaliDosis pupuk SP-36 ( P ) terdiri  P1 =   50 kg / ha,  P2 =   100 kg / ha , P3 =   150 kg / ha , P4 =   200 kg / ha P5 =   250 kg / ha,  P6 =  300 kg / ha. Hasil  bahwa pengaruh pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan tinggi tanaman berbeda nyata  dicapai ( U5 ) menghasilkan  99.323 cm, jumlah daun yaitu 11.333 helai. Perlakuan ( U4 ) menghasilkan luas daun terbanyak yaitu 34.002 cm2. Kata kunci : pupuk SP36, jagung
Perlakuan Dosis Pupuk Urea Dan Sp-36 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung ( Zea Mays L ) Varietas Arjuna Supandji, Supandji; Saptorini, Saptorini
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019): MARCH
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i1.633

Abstract

The aim of this research was to study the effect of urea and SP-36 doses on the growth and production of maize (Zea mays L.). This research is a factorial study using a randomized block design (RBD) consisting of two factors with three replications. The first factor is the dose of urea (N) consisting of: 100 kg / ha; 200 kg / ha; 300 kg / ha. The second factor is SP-36 fertilizer, consisting of: 50 kg / ha; 100 kg / ha; 150 kg / ha. Data were analyzed using analysis of variance and continued with the smallest significant difference test (LSD) at 5% level if the results were significant. The results showed that there was an interaction between the dose of urea and SP-36 on the growth and production of maize. Urea doses of 200 kg / ha and 150 kg / ha produced the highest plant height (182.606 cm), the highest number of leaves (9,550 pieces) and the highest leaf area (120,456 cm2). Production of ear length, ear weight, 1000 seeds weight and dry seed weight per plant, the highest yields were achieved at the combination of 200 kg / ha or 3.030 grams of urea fertilizer per plant and 100 kg / ha or 1.515 grams per plant resulted in the highest ear length (19,980 cm). ), the largest ear weight (144,270 grams), the highest weight of 1000 seeds (246,743 grams), the highest dry seed weight (93,856 grams).Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk Urea dan SP-36 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian ini merupakan penelitian faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk Urea (N) terdiri dari: 100 kg/ha; 200 kg/ha; 300 kg/ha. Faktor kedua adalah pupuk SP-36, terdiri dari: 50 kg/ha; 100 kg/ha; 150 kg/ha. Data dianalisis menggunakan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) taraf 5% apabila hasil signifikan. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi dosis pupuk Urea dan SP-36 terhadap pertumbuhandan produksi tanaman jagung. Dosis pupuk Urea 200 kg/ha dan 150 kg/ha menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (182.606 cm), jumlah daun terbanyak (9.550 helai) dan luas daun tertinggi (120.456 cm2). Produksi panjang tongkol, berat tongkol, berat 1000 biji dan berat biji kering per tanaman hasil tertinggi dicapai pada Kombinasi dosis pupuk Urea 200 kg/ha atau 3.030 gram per tanaman dan 100 kg/ha atau 1.515 gram per tanaman menghasilkan panjang tongkol tertinggi (19.980 cm), berat tongkol terbesar (144.270 gram), berat 1000 biji tertinggi (246.743 gram), berat biji kering tertinggi (93.856 gram).
Pengaruh Pupuk Urea Dan Pupuk Organik Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi Varietas Ir. 64 (Oryza Sativa L) Supandji, Supandji; Junaidi, Junaidi
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i2.727

Abstract

Rice plants (Oryza sativa L.) have long been known in Indonesia because they have a role as the main food ingredient of Indonesian society. One way to increase rice production is to determine the optimal urea fertilizer and the frequency of organic fertilizers. This study used a randomized block design (RBD) consisting of two factors and three (3) replications. The first factor: urea (N) fertilizer consists of 3 levels, namely N1 = 0 kg / ha, N2 = 100 kg / ha, N3 = 200 kg / ha. The second factor: organic fertilizer (P) which consists of 3 levels, namely: P1 = 10 tonnes / ha, P2 = 20 tonnes / ha, P3 = 30 tonnes / ha. The results of this study were that there was an interaction between urea and organic fertilizers on the height growth of rice plants in all observation variables. The highest yield for the treatment plant height (N1P1) was 72,330 cm. The highest number of leaves in the treatment (N2P3) was 6.66. The highest number of tillers in the treatment (N2 P3) was 33,553 stems. The highest production of panicle length, grain weight per clump and number of productive tillers occurred interactions where the highest yield was achieved in treatment (N2 P3), namely 30,996 cm, 43,996 grams and 20,330 pieces. The highest grain weight is 38,883 grams. The highest production plot was 2.4050 kg and the highest production per hectare was 12,158 tons/ha.Tanaman Padi (Oryza sativa L.) telah lama dikenal di Indonesia, sebab memiliki peranan sebagai bahan pangan utama masyarakat Indonesia. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman padi adalah menentukan pupuk urea yang optimal dan frekuensi pupuk organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan tiga (3) ulangan. Faktor pertama : pupuk urea (N) terdiri dari 3 taraf yaitu N1= 0 kg/ha, N2= 100 kg/ha, N3 = 200 kg/ha. Faktor kedua : pupuk organik (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: P1= 10 ton/ha, P2= 20 ton/ha, P3= 30 ton/ha. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat interaksi antara pupuk urea dan pupuk organik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman padi pada semua variabel pengamatan. Hasil tertinggi untuk tinggi tanaman perlakuan (N1P1) yaitu 72.330 cm. Jumlah daun terbanyak pada perlakuan (N2P3) yaitu 6.66 helai. Jumlah anakan terbanyak pada perlakuan (N2 P3) yaitu 33.553 batang. Produksi panjang malai tertinggi, berat gabah per rumpun dan jumlah anakan produktif terjadi interaksi dimana hasil tertinggi dicapai pada perlakuan (N2 P3) yaitu 30.996 cm, 43.996 gram dan 20.330 buah. Berat bulir tertinggi yaitu 38.883 gram. Produksi perpetak tertinggi yaitu 2.4050 kg dan produksi per hektar tertinggi yaitu 12.158 ton/ ha.
Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Phonska Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L) varietas Aura Jaguar Supandji Supandji; Edy Kustiani; Agus Purwanto
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v5i2.1947

Abstract

This study aimed to determine the effect of Phonska NPK fertilizer on the growth and production of asparagus beans (Vigna sinensis L). A hypothesis is that applying Phonska NPK fertilizer at a 200 kg/ha dose is suspected to affect the growth and yield of long beans (Vigna sinensis L). This research was carried out in rice fields in Gempolan Village, Gurah District, Kediri Regency, East Java Province, from November 2020 to February 2021. The study was carried out using a simple Randomized Block Design (RAK) experimental method, repeated three times with one factor. Phonska NPK fertilizer dosage treatment (P) consists of 7 levels P0 = Without Phonska NPK fertilizer. P1 = Phonska NPK administration with a dose of 50 kg hectare-. P2 = Phonska NPK administration with a dose of 100 kg hectares-1 =. P3 = Phonska NPK administration at a dose of 150 kg ha-1. P4 = Phonska NPK administration at a dose of 200 kg ha-1. P5 = Phonska NPK administration at a dose of 250 kg ha-1. P6 = Phonska NPK administration at a dose of 300 kg ha-1 . The results showed that the application of Phonska NPK fertilizer significantly affected the observations of plant height, number of leaves, number of flowers per plant, number of pods per plant, weight of consumption pods per plant, and weight of consumption pods per hectare. The highest yield was achieved at a 200 kg NPK Phonska/ha fertilizer dose for a plant height of 237.75 cm. The number of leaves was 111.50 pieces. Phonska NPK fertilizer treatment at a 200 kg/ha dose resulted in 20,750 flowers, 112,500 pods per plant, 616,250 grams per plant weight, and 27,385 tons per hectare production per hectare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan Phonska NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L). Penelitian dilakukan di lahan persawahan milik petani di Desa Gempolan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. November 2020 hingga Februari 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK), satu faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan dosis pupuk Phonska NPK (P) meliputi 7 taraf, P0= kontrol, P1= pemberian NPK Phonska dengan dosis 50 kg hektar-1 , P2= pemberian NPK Phonska dengan dosis 100 kg hektar-1 , P3= pemberian NPK Phonska dengan dosis 150 kg hektar-1 , P4= pemberian NPK Phonska dengan dosis 200 kg hektar-1 , P5= pemberian NPK Phonska dengan dosis 250 kg hektar-1 , P6= pemberian NPK Phonska dengan dosis 300 kg hektar-1 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan NPK Phonska memberikan pengaruh sangat nyata terhadap nilai pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan jumlah polong per tanaman. Berat polong yang dapat dimakan per tanaman dan berat polong yang dapat dimakan per hektar. Hasil terbaik ditunjukkan oleh dosis pupuk 200 kg/ha untuk tinggi tanaman sebesar 237,75 cm, jumlah daun sebanyak 111,50 buah. Perlakuan dosis pupuk NPK Phonska dengan dosis 200 kg/ha menghasilkan jumlah bunga sebesar 20.75 buah, jumlah polong per tanaman sebesar 112,500 buah, berat polong sebesar 616,25 gram per tanaman dan produksi tiap hektar sebesar 27,38 ton/ha.
PENGARUH DOSIS PUPUK SP-36 DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L. Merrill) VARIETAS WILIS. Supandji Supandji
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v2i2.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh dosis pupuk SP-36 dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai ( Glycine max (L) Merrill ) varietas Wilis. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah, di Desa Kayen kidul, Kecamatan Kayen kidul, Kabupaten Kediri,  Propinsi Jawa Timur. Alat  yang digunakan adalah cangkul, sabit, papan nama, ember, plastik, hand sprayer, rol meter, penggaris, timbangan, karung plastik, tugal, dan ajir.  Bahan yang dipakai selama penelitian antara lain: benih kedelai varietas wilis, pupuk Urea, pupuk SP-36, pupuk KCL, Insektisida dursban 20 EC, Fungisida Dithane  M 45. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) Faktorial. Dari hasil penelitian pengaruh pemberian dosis pupuk SP-36 dan Jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai dapat disimpulkan sebagai berikut 1) Tidak terjadi interaksi antara pengaruh pemberian pupuk SP-36 dan jarak tanam perhadap semua parameter pertumbuhan maupun produksi tanaman kedelai, 2) Perlakuan dosis pupuk berpengaruh  terhadap parameter berat brangkasan basah dan kering, jumlah polong per tanaman , jumlah daun pada umur 22, 29, 36, 43 dan 50 HST, 3) Jarak tanam berpengaruh hanya pada parameter jumlah daun umur 22, 29, 36, 43 dan 50 HST, 4) Dosis pupuk SP-36 yang terbaik pada perlakuan 100 kg / ha, sedangkan perlakuan jarak tanam yang terbaik adalah 40 x 15 cm.Kata Kunci: Pupuk, SP-36, Jarak,  Produksi.
Pengujian Pemberian Pupuk Za Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah Varietas Bauji Saptorini Saptorini; Supandji Supandji; Taufik Taufik
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v3i2.731

Abstract

The shallot plants planted in the highlands produce small tubers and have a longer harvest life of 80 - 90 days. Therefore, shallot cultivation is recommended to be planted in the lowlands because in addition to the large bulbs produced, the harvesting age is short, namely 60-70 days depending on the variety. One of the factors that can affect the growth of shallots is ZA fertilizer. This study used a completely randomized design (CRD) method with one factor that was repeated three times. The data obtained were analyzed using variance and followed by the least significant difference (LSD) test with a level of 5%. The results showed that ZA fertilizer had a very significant effect on observations of plant height, number of leaves, number of tubers per hill, tuber wet weight per hill, tuber dry weight per hill and production per hectare. The highest yield was achieved in the fertilizer dose treatment of 400 kg ZA/ha (N4) for plant height of 32,599 cm, number of leaves as many as 35,513 pieces, number of tubers of 8,803 pieces, wet weight of tubers per clump of 37,513 grams per clump, weight of dry tubers of 31,279 grams per clump and production per hectare of 12,109 tons per hectare.Tanaman bawang merah yang ditanam di dataran tinggi menghasilkan umbi yang kecilkecil dan umur panenya lebih lama yaitu 80 - 90 hari. Oleh karena itu budidaya bawang merah dianjurkan untuk ditanam di dataran rendah sebab selain umbi yang dihasilkan besar besar, umur panennya pendek yaitu 60 - 70 hari tergantung dari varietasnya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bawang merah yaitu pupuk ZA. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk ZA terjadi pengaruh yang sangat nyata terhadap pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, berat basah umbi per rumpun, berat kering umbi per rumpun dan produksi tiap hektar. Hasil tertinggi dicapai pada perlakuan dosis pupuk 400 kg ZA/ha (N4) untuk tinggi tanaman sebesar 32.599 cm, jumlah daun sebanyak 35.513 buah, jumlah umbi sebesar 8.803 buah , berat basah umbi per rumpun sebesar 37.513 gram per rumpun, berat umbi kering sebesar 31.279 gram per rumpun dan produksi tiap hektar sebesar 12.109 ton per hektar. 
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Bokashi sebagai Pengganti Pupuk Anorganik di Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Supandji Supandji; Junaidi Junaidi; Muhammad Muharram; Virgian Galuh Agusty; M Saiful Effendi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6101

Abstract

Kurangnya tingkat kesadaran masyarakat akan penggunaan pupuk an-organik yang berlebihan serta kurangnya wawasan dalam pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi masalah yang serius karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan kesehatan yang terganggu. Kotoran ternak yang tidak dimanfaatkan berpotensi untuk dijadikan pupuk organik sebagai pengganti penggunaan pupuk an-organik. Pengabdian masyarakat ini diharapkan akan memberikan hasil dimana dapat menambah wawasan, pemahaman, dan keterampilan masyarakat Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini adalah diskusi, sosialisasi, dan juga metode demonstrasi praktik langsung di lapangan. Luaran yang akan didapatkan dari pengabdian ini adalah dapat memberikan pengetahuan mengenai pembuatan kompos/bokashi sebagai pengganti pupuk an-organik, mengurangi limbah ternak di Desa Ringinpitu, menciptakan lingkungan yang sehat dan konsumsi makanan sehat bagi masyarakat, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat akan dievaluasi selama pelaksanaan. Evaluasi awal dilakukan oleh tim pelaksana dalam dua tahap kegiatan. yaitu kegiatan inti yaitu saat peserta menerima materi dan praktik terkait pupuk kompos/bokasi organik, dan di luar kegiatan inti yaitu verifikasi kualitas pupuk. Produk yang dibuat setelah menyelesaikan program pengabdian masyarakat dan mempertimbangkan apakah tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dapat tercapai.   The lack of public awareness of the excessive use of inorganic fertilizers and the lack of insight into the utilization of livestock manure is a serious problem because they can cause environmental pollution and disrupt health. Animal manure that is not utilized can be used as organic fertilizer as a substitute for inorganic fertilizers. This community service is expected to provide results which can add insight, understanding, and skills to the people of Ringinpitu Village, Kedungwaru District, Tulungagung Regency. The method applied in this activity is discussion, socialization, and direct practice demonstration in the field. The outputs that will be obtained from this service are providing knowledge about making compost/bokashi as a substitute for inorganic fertilizers, reducing livestock waste in Ringinpitu Village, creating a healthy environment and consuming healthy food for the community, and developing science and technology in universities. Community Service Activities will be evaluated during implementation. The implementing team carried out the initial evaluation in two stages of activity. Namely the core activity, namely when participants receive materials and practices related to organic compost/bokasi fertilizer, and outside the core activity, namely verification of fertilizer quality. Products made after completing the community service program and considering whether the objectives of implementing this community service can be achieved.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Kompos/Bokashi Sebagai Pengganti Pupuk An-Organik Supandji Supandji; Mariyono Mariyono
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v1i2.2097

Abstract

The problem of waste is the main problem for the community to be more concerned about environmental conditions. In this case, livestock waste is the focus of researchers, considering that livestock waste that is not appropriately managed also affects the environment, including public health conditions. From this thought, community service was carried out in Blabak Village, Semen District, Kediri Regency. Using the Community Development method is an effort to develop community empowerment by making the community as subjects and objects directly, to increase their participation in development for their interests. The implementation method uses emancipatory participation to interact, communicate, and dialogue with residents through training or counseling activities. The result of community service is that socialization about the dangers of waste can make the community aware because there is a match between exposure to the dangers of waste and the conditions experienced by the community. Second, the impact of the Bokashi-making practice is that the sewers are not polluted due to the disposal of livestock manure, which reduces the unpleasant odor of the sewage disposal. The other side is that people understand that waste into bokashi fertilizer can be traded to earn income.Permasalahan Limbah adalah permasalahan utama bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungannya. Dalam hal ini limbah peternakan menjadi focus peneliti mengingat limbah ternak yang tidak di kelola dengan baik juga mempengaruhi lingkungan termasuk kondisi kesehatan masyarakat. Dari pemikiran tersebut pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Blabak Kecamatan Semen Kabupaten kediri. Menggunakan metode Community Development, merupakan usaha dalam mengembangkan pemberdayaan masyarakat dimana masyarakat adalah subyeks sekaligus obyek secara langsung dalam usaha peningkatan partisipasi mereka pada pembangunan untuk memenuhi kepentingan mereka pribadi. Untuk metode pelaksanannya memakai partisipasi emansipatoris, sehingga terjadi interaksi, komunikasi, dan dialog dengan warga melalui kegiatan pelatihan atau penyuluhan. Hasil dari pengabdian masyarakat adalah Sosialisasi tentang bahaya limbah mampu menyadarkan masyarakat karena terdapat kesesuaian antara paparan bahaya limbah dan kondisi yang sedang di alami oleh masyarakat. Kedua, Dampak praktik pembuatan Bokashi adalah dari segi lingkungan selokan tidak tercemar karena pembuangan kotoran ternak yang dampaknya mengurangi bau tidak sedap dari pembuangan kotoran tersebut. Sisi lain yakni masyarakat mengerti pemanfaatan limbah menjadi pupuk bokashi ini dapat di perjual belikan untuk mendapatkan pendapatan.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata) Pengaruh Waktu Penyemprotan Herbisida Pada Jarak Tanam Yang Berbeda Eko Hariyanto; Supandji Supandji; Tjatur Prijo Rahardjo; Nugraheni Hadiyanti
JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jintan.v2i2.2787

Abstract

Zea mays saccharata or sweet corn has become a leading horticultural commodity. It is not only limited to vegetables that are consumed normally but come with a variety of preparations. Therefore, there is a need for research on sweet corn productivity due to the interaction effect of herbicide spraying time treatment and plant spacing. In this study, sweet corn seed planting materials of TALENTA variety and selective herbicide PAG (Anti-Weed Package) were used with the active ingredients of Atras 600 sc and Aleron 60 sc. The research was carried out using the RAK environmental design (Randomized Block Design) with 3 replications and 2 treatment factors, namely 3 levels of spacing and herbicide spraying time which also consisted of three levels. Observations using destructive and non-destructive methods. By observing the variables of plant height, the number of leaves, stem diameter, leaf width, length of ear, the weight of ear, and diameter of the ear. The data obtained from the observational variables were processed by the F test using the ANOVA method. If there are treatments that are significantly different, a 5% Least Significant Difference test will be carried out. Planting distance J2: 70 x 30 cm and spraying herbicide PAG at P2:14 DAP was the best spacing and spraying time for sweet corn cultivation. Optimal spacing and proper spraying time can reduce the level of competition between cultivated plants and cultivated plants with weeds.