Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Efektifitas Biaya dan Target Cost Recovery Rate pada Tindakan CT Scan dengan dan tanpa Kontras di RSU Medika Djaya Pramanta Pramanta; Alih German Kodyat; Yanuar Jak
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2025.8(2).95-116

Abstract

Meningkatnya kebutuhan CT scan mendorong RSU Medika Djaya untuk menganalisis efektivitas standar biaya dan Cost Recovery Rate (CRR) guna menjamin efisiensi dan mutu layanan, karena selama ini tarif masih mengikuti rumah sakit sekitar tanpa perhitungan biaya satuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas standar biaya dan target CRR tindakan CT scan dengan dan tanpa kontras di RSU Medika Djaya berdasarkan analisis biaya menggunakan metode Activity Based Costing. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-evaluatif untuk memperoleh gambaran yang tepat mengenai biaya per unit layanan berdasarkan aktivitas yang memanfaatkan sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua CRR pada tindakan CT scan tanpa kontras <100%, dengan rentang CRR 34,21-61,08% pada tarif kelas 3; 36,65-63-53% pada kelas 2, 39,09-65,97% pada kelas 1; serta  41,54-68,41% pada tarif kelas VIP/VVIP. Pada layanan CT scan dengan kontras, sebagian besar CRR <100% dengan rentang CRR 51,26-131,43% pada tarif kelas 3; 53,22-133,38% pada kelas 2; 55,17-135,35% pada kelas 1 dan 57,13-137,29% pada tarif kelas VIP/VVIP. Dari hasil perhitungan efektivitas, didapatkan bahwa efektivitas tarif layanan CT Scan tanpa kontras sebesar 28,5-57,0% sedangkan efektivitas tarif layanan CT Scan dengan kontras sebesar 42,7-114,4%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa CRR semua layanan CT scan tanpa kontras dan sebagian besar layanan CT scan dengan kontras masih di bawah 100%, yang artinya tarif layanan CT Scan RSU Medika Djaya tidak efektif
Pengaruh Budaya Kerja Dan Job Burnout Tenaga Medis Dan Tenaga Kesehatan Terhadap Budaya Keselamatan Pasien Di IGD RS Mitra Plumbon Cirebon Ismatul Maula; Yanuar Jak; Dicky Yulius Pangkey
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6732

Abstract

Latar belakang: Budaya kerja dalam organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, merupakan salah satu elemen fundamental yang mempengaruhi budaya keselamatan pasien. Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah salah satu unit yang memiliki mobilitas dan tekanan yang tinggi di rumah sakit, sehingga tenaga medis dan tenaga kesehatannya sangat rawan terkena burnout. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh budaya kerja dan job burnout pada tenaga medis dan tenaga kesehatan terhadap budaya keselamatan pasien di IGD RS Mitra Plumbon Cirebon. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif, jenis penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di IGD RS Mitra Plumbon yang berjumlah 80 orang. Hasil penelitian didapatkan analisis uji F (Simultan) menunjukkan nilai p lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh budaya kerja dan job burnout tenaga medis dan tenaga kesehatan terhadap budaya keselamatan pasien, namun pada hasil uji t parsial yang hanya memiliki pengaruh terhadap budaya keselamatan pasien adalah budaya kerja. Sedangkan job burnout tidak berpengaruh secara signifikan. Hasil Koefisien determinasi didapatkan nilai R2 sebesar 0,735 dapat dijelaskan bahwa variabel independen mempengaruhi variable terikat sebesar 73% sisanya 26,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan penelitian bahwa ada pengaruh secara simultan antara budaya kerja dan job burnout tenaga medis dan tenaga Kesehatan terhadap budaya keselamatan pasien, namun perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengindetifikasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi budaya kerja dan job burnout terhadap budaya keselamatan pasien dengan variabel lain. Kata Kunci: Budaya Kerja, Job burnout dan Budaya Keselamatan Pasien
Analisis Faktor Penyebab Selisih Negatif Tarif INA-CBG Dan Tarif Rumah Sakit Kasus Sectio Caesarea Di Instalasi Kebidanan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin Muhammad El Yandiko; Yanuar Jak; Ahdun Trigono
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6734

Abstract

ABSTRAK Rumkit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin merupakan rumah sakit tipe C dengan pola Badan Layanan Umum (BLU), memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN. Berdasarkan data JKN selisih negatif antara tarif INA-CBG dengan tarif rumah sakit Semester I 2024 sebesar Rp 4.336.977,449. Selisih negatif terbesar pada kelompok staf medis Obsgyn. Penelitian ini menganalisis faktor yang mempengaruhi selisih negatif antara tarif INA-CBG dan tarif kasus sectio caesarea di Instalasi Kebidanan. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif. Rancang bangun penelitian adalah cross sectional study menggunakan metode survey. Populasi penelitian ini adalah berkas rekam medis kasus sectio caesarea tahun 2024. Besar sampel pada penelitian ini sebesar 74 rekam medis dengan tehnik pengambilan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat selisih negatif tarif INA CBG’s dan tarif RS dengan kasus sectio caesarea sebesar Rp 199.284.943, dengan rerata selisih negatif sebesar Rp5.260.234,00. Hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan signifikan kelas perawatan (p-value 0,000), kepatuhan Clinical Pathway (p-value 0,000), komplikasi penyakit (p-value 0,001), status penggunaan obat dan BAKHP (p-value 0,000) dengan selisih negatif. Variabel lama hari rawat, tingkat keparahan/ severity level, komorbid tidak ada hubungan. Kelas perawatan merupakan variabel yang hubungannya paling erat. Saran peneliti untuk manajemen Rumkit Bhayangkara Tk III Banjarmasin agar review tarif dan Clinical Pathway, revisi MoU dokter mitra, audit Clinical pathway, mendorong DPJP dan petugas koder agar lebih teliti, utilization review, pedoman alternatif obat/BAKHP, menginisiasi pertemuan dokter spesialis, mendorong kolaborasi para professional pemberi asuhan dalam upaya mitigasi komplikasi pasca operasi. Kata Kunci: selisih negatif klaim, INA CBGs, sectio caesarea