Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana kepercayaan diri dapat berfungsi sebagai variabel moderator dalam hubungan antara pola asuh otoriter dan kecemasan berbicara pada remaja di Kapanewon Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan desain yang bersifat analisis korelasional serta regresi moderasi (Moderated Regression Analysis/MRA). Sebanyak 100 remaja berusia 15 hingga 18 tahun dipilih sebagai subjek melalui teknik Accidental Sampling. Alat ukur yang digunakan meliputi skala kecemasan berbicara dari McCroskey (2015), skala pola asuh otoriter dari Santrock (2014), dan skala kepercayaan diri dari Lauster (2015). Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data normal, tidak terdapat multikolinearitas, dan tidak terdapat heteroskedastisitas. Dari analisis regresi, diketahui bahwa pola asuh otoriter mempunyai pengaruh signifikan terhadap kecemasan berbicara (p < 0,05), selain itu kepercayaan diri juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kecemasan berbicara (p < 0,05). Sementara itu, pola asuh otoriter berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri (p < 0,05). Namun kepercayaan diri tidak berfungsi sebagai moderator dalam hubungan antara pola asuh otoriter dan kecemasan berbicara (p > 0,05). Nilai R² yang diperoleh sebesar 0,723 menunjukkan bahwa kombinasi dari pola asuh otoriter dan kepercayaan diri memberikan kontribusi sebesar 72,3% terhadap kecemasan berbicara. Temuan ini menunjukkan bahwa pola asuh otoriter memiliki pengaruh langsung terhadap kecemasan berbicara tanpa adanya moderasi dari kepercayaan diri.