Kecelakaan lalu lintas masih menjadi penyebab utama kematian dan cedera serius, khususnya di kalangan generasi muda. Data menunjukkan bahwa kelompok usia 15-29 tahun merupakan yang paling rentan. Pendekatan edukasi konvensional yang berfokus pada pengenalan rambu seringkali kurang memberikan dampak emosional yang mendalam. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan suatu inovasi dalam edukasi pencegahan kecelakaan melalui pendekatan shock therapy edukatif. Metode yang digunakan adalah dengan memanfaatkan bukti visual hasil radiografi (foto Rontgen) cedera tulang akibat kecelakaan sebagai materi penyuluhan kepada siswa SMA Negeri 11 Pekanbaru. Melihat langsung gambar fraktur kompleks dan alat fiksasi diharapkan dapat menanamkan pemahaman tentang konsekuensi nyata dan menyakitkan dari kelalaian berkendara, sehingga menumbuhkan positive fear dan mendorong perubahan perilaku. Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan dan mengedukasi siswa tentang bahaya kecelakaan yang dapat mengakibatkan patah tulang hingga cacat permanen. Efektivitas program ini diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta. Diharapkan, pendekatan ini dapat menciptakan efek jera dan menjadikan generasi muda sebagai agen perubahan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Pengabdian masyarakat ini berupa edukasi radiografi sebagai upaya preventif dan pembentukan perilaku safety pada siswa SMA, ini menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan dan terukur, baik dalam aspek kognitif maupun potensi perubahan perilaku sosial. Intervensi edukasi menggunakan kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi, dan media visual berupa poster radiografi terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Peningkatan pemahaman kognitif ini secara kuantitatif terlihat jelas dari lonjakan nilai rata-rata peserta dari <50% (pre-test) menjadi 90% (post-test