This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Reynalin Sabami
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kemitraan Dalam Pembinaan Kepribadian Bagi Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) Tindak Pidana Pembunuhan Di LPKA Kelas II Jayapura Reynalin Sabami; Iman Santoso
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14346

Abstract

Tindak pidana yang melibatkan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), merupakan permasalahan kompleks yang menuntut pendekatan pembinaan kepribadian yang holistik dan terintegrasi. Fokus penelitian ini adalah untuk menilai peran kemitraan dalam pembinaan kepribadian ABH dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran kemitraan dalam pembinaan kepribadian ABH di LPKA Kelas II Jayapura dan hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi dalam kemitraan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kemitraan dalam pembinaan kepribadian ABH dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses pembinaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini melibatkan pihak-pihak terkait, seperti petugas LPKA, mitra eksternal (PKBM Rauboria), dan anak binaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara LPKA dan PKBM Rauboria berperan penting dalam menyediakan pendidikan setara, pelatihan keterampilan, dan pembinaan karakter bagi ABH. Namun, terdapat hambatan seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya tenaga pengajar terlatih, dan masalah koordinasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa meskipun terdapat tantangan, kemitraan yang terjalin antara LPKA dan PKBM Rauboria memberikan dampak positif dalam pembinaan kepribadian ABH, dan perlu adanya perbaikan dalam hal koordinasi dan fasilitas untuk meningkatkan efektivitas pembinaan.