Mitsuko Kuyamada
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN ORANG TUA OTORITER DALAM MEMENUHI NUTRISI ANAK PICKY EATER Mitsuko Kuyamada; Eka Wahyuningrum; Andri Kenti Gayatina
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.316

Abstract

Picky eater adalah perilaku selektif dalam memilih makanan, di mana anak hanya menginginkan jenis makanan tertentu. Kebiasaan makan yang tidak seimbang dan tidak segera ditangani dapat mengakibatkan pola makan yang tidak sehat pada anak yang berujung pada malnutrisi dan berpengaruh terhadap kondisi gizi mereka, yang akhirnya bisa mengarah pada masalah gizi buruk. Pola asuh orang tua mengenai makanan anak akan berdampak pada kebiasaan makan anak di masa depan, sebagai contoh pola asuh yang salah adalah seperti membiarkan anak makan selalu disuapi dan tidak mengenalkan sayur sejak kecil pada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengalaman orang tua otoriter dalam memenuhi nutrisi anak picky eater. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi jenis deskriptif. Metode pengumpulan informasi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur yang dilakukan berdasarkan satu pertanyaan terbuka. Pada wawancara semi terstruktur ini dilakukan dengan deep interview probing. Penelitian ini dilakukan terhadap 3 partisipan di Kelompok Bermain Yeriko Kids Salatiga pada tanggal 20 Maret – 11 Juni 2025. Pada kajian ini diterapkan pendekatan analisis menggunakan metode Colaizzi. Karakteristik penelitian ini adalah ibu berusia 31-49 tahun yang memiliki pengalaman dengan anak berperilaku picky eater. Terdapat 3 tema yaitu anak kurang tertarik pada makanan dan sensitif pada rasa, aroma, tekstur dan metode masak, ibu mengharuskan / menyuruh anak untuk makan dengan batasan batasan yang ibu inginkan, dan ibu bingung dan mengungkapkan iming – iming ketika menghadapi anak yang sulit makan.