Kemampuan sosialisasi merupakan proses belajar berinteraksi, memahami orang lain dengan lebih baik, dan terbentuknya sebuah pengaruh sebagai hasil interaksi, sehingga penting bagi anak untuk diberikan stimulus dan dilatih sejak usia dini. Fenomena kurangnya kemampuan sosialisasi anak dapat dilihat ketika anak masih takut bertemu orang lain dengan sering menundukkan kepalanya, menutup mata dan tidak melepaskan pegangan dari tangan ibunya. Hal tersebut salah satunya merupakan cerminan dari pola asuh selama di rumah, terutama ibu sebagai orang yang menjadi sumber pertama pembelajaran anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh ibu dengan kemampuan sosialisasi pada anak usia 4-6 tahun di TK Dharma Wanita Putra Pertiwi tahun 2025. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini semua ibu yang memiliki anak usia 4-6 tahun sejumlah 43 orang. Sampel dalam penelitian ini sebagian ibu dengan jumlah 39 orang. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Variabel independen pola asuh ibu dan variabel dependen kemampuan sosialisasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data melalui proses editing, coding, scoring, tabulating dan analysis menggunakan uji statistik rank spearman dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pola asuh otoriter sebanyak 20 responden (51,3%) dan memiliki kemampuan sosialisasi baik sebanyak 14 responden (35,9%). Hasil uji statistik rank spearman didapatkan nilai p = 0,001 < ? = 0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan penelitian ini, ada hubungan antara pola asuh ibu dengan kemampuan sosialisasi pada anak usia 4-6 tahun di TK Dharma Wanita Putra Pertiwi Bojonegoro. Saran bagi ibu, diharapkan untuk memberikan pola asuh otoriter sehingga anak mempunyai kemampuan sosialisasi yang baik.