Era digital telah membawa perubahan besar dalam cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, membangun relasi, dan menjalankan kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi digital memberikan berbagai kemudahan, namun juga menghadirkan tantangan bagi kehidupan iman orang Kristen, seperti individualisme, penyebaran informasi yang tidak benar, krisis identitas, serta menurunnya kualitas relasi sosial dan spiritual. Dalam konteks tersebut, doktrin Tritunggal menjadi salah satu ajaran fundamental iman Kristen yang tetap relevan untuk memberikan arah dan landasan teologis bagi kehidupan orang percaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi doktrin Tritunggal bagi kehidupan orang Kristen di era digital. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur teologi sistematika, jurnal ilmiah, dan buku-buku yang membahas doktrin Tritunggal serta perkembangan kehidupan masyarakat digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doktrin Tritunggal memberikan pemahaman tentang relasi yang harmonis antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang dapat menjadi model bagi relasi sosial manusia. Selain itu, doktrin Tritunggal menegaskan pentingnya identitas, persekutuan, kasih, komunikasi, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa doktrin Tritunggal tidak hanya memiliki nilai teologis, tetapi juga memiliki relevansi praktis dalam membentuk karakter dan kehidupan orang Kristen yang bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi digital.