This Author published in this journals
All Journal Sains Medisina
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Antibakteri Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif: Literature Review Ayu Larasati, Nikken; Iqbal, Muhammad; Andrifianie, Femmy; Triyandi, Ramadhan
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.886

Abstract

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri hingga kini masih menjadi permasalahan global, terutama dengan meningkatnya resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak rasional. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif yang berasal dari alam. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), yang telah lama digunakan secara tradisional sebagai obat herbal. Artikel ini bertujuan untuk menelaah potensi aktivitas antibakteri daun dan buah belimbing wuluh terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaporkan. Metode yang diterapkan berupa literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait. Artikel yang dianalisis merupakan penelitian yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016–2025 dan mengevaluasi aktivitas antibakteri belimbing wuluh menggunakan metode difusi maupun dilusi. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa ekstrak daun dan buah belimbing wuluh memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan berbagai bakteri uji, antara lain Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Escherichia coli, dan Salmonella typhi, dengan tingkat aktivitas yang bervariasi. Aktivitas antibakteri cenderung lebih tinggi terhadap bakteri Gram positif dibandingkan Gram negatif serta meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Efek antibakteri tersebut diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan senyawa fenolik. Oleh karena itu, belimbing wuluh berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan guna memastikan efektivitas dan keamanannya.