Tosampek, Herlina
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA TERINTEGRASI NILAI KEARIFAN LOKAL PADA FASE B DI SDN 8 SALOBULO KOTA PALOPO Tosampek, Herlina; Ahmad Munawir; Hisbullah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4433

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengembangan modul projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) di SDN 8 Salobulo Kota Palopo belum berjalan optimal karena guru belum memahami penyusunan modul P5, sehingga peserta didik kurang mengenal nilai-nilai kearifan lokal daerahnya. Pembelajaran proyek juga belum memiliki bahan ajar yang terstruktur, kontekstual, dan sesuai karakteristik peserta didik fase B. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul P5 terintegrasi nilai kearifan lokal Palopo serta mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisannya sebagai bahan ajar pada kelas IV. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilaksanakan di SDN 8 Salobulo Kota Palopo pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian terdiri dari ahli materi, ahli desain, wali kelas IV, dan 20 peserta didik kelas IV. Instrumen penelitian meliputi validasi media, angket praktikalitas peserta didik, dan pedoman wawancara guru. Teknik pengumpulan data yaitu lembar validasi media (ahli materi dan desain), lembar angket praktikalitas peserta didik, dan lembar wawancara guru. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul P5 terintegrasi kearifan lokal Palopo memenuhi kriteria kelayakan. Validasi ahli materi memperoleh skor 75% (kategori valid), dan validasi ahli desain mencapai 81% (kategori sangat valid). Hasil uji praktikalitas peserta didik memperoleh persentase 78% (kategori praktis), menunjukkan bahwa modul mudah digunakan, menarik, dan membantu peserta didik memahami kearifan lokal. Dengan demikian, modul P5 terintegrasi kearifan lokal Palopo dinyatakan valid, praktis, dan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pelaksanaan P5.