Kholil Yasin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI KEKONGRUENAN DAN KESEBANGUNAN MELALUI PEMBELAJARAN STEAM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART, AND MATHEMATICS ) Kholil Yasin; Supeno
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era abad 21 perkembangan teknologi dan informasi berkembang dengan sangat pesat. Untuk mengadapi perubahan yang sangat cepat tersebut diperlukan strategi yang baik dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dilakukan agar kegiatan pembelajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman. Para guru harus bisa menciptakan kegiatan pembelajaran yang konstektual atau sesuai dengan kondisi lingkungan belajar siswa. Model pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) sebagai salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan karateristik pembelajaran abad 21. Permasalahan pada penelitian ini adalah “Apakah melalui pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dapat meningkatkan kompetensi kekongruenan dan kesebangunan siswa kelas IX di UPTD SMP Negeri 1 Konang Bangkalan tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa kelas IX di UPTD SMP Negeri 1 Konang Bangkalan tahun 2023 dalam memahami kekongruenan dan kesebangunan melalui pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Subyek penerima tindakan dalam penelitian adalah siswa kelas IX-C semester 2 tahun pelajaran 2022/2023 dengan jumlah siswa sebanyak 18 orang, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif, yakni bersifat praktis berdasarkan permasalahan nyata. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus tahapan PAOR (Planning, Acting, Observing dan Reflecting). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non tes yang meliputi tes, observasi, dan diskusi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa melalui pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) diperoleh data penguasaan materi dari siklus I ke siklus II, yaitu dari 68,50 menjadi 77,01 atau naik 8,51 poin (naik 12,42%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran STEAM STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam memahami kekongruenan dan kesebangunan.
HAKEKAT MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM: INTEGRASI NILAI KEISLAMAN DALAM TATA KELOLA KELEMBAGAAN Kholil Yasin
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen lembaga pendidikan Islam merupakan aspek strategis dalam menentukan keberhasilan proses pendidikan yang berorientasi pada pembentukan insan beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hakekat manajemen lembaga pendidikan Islam, meliputi konsep, prinsip dan nilai Islam, serta tantangan dan relevansinya dalam konteks pendidikan kontemporer. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah berupa buku dan jurnal tujuh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen lembaga pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai perangkat teknis pengelolaan organisasi, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek pengelolaan pendidikan. Prinsip amanah, keadilan, musyawarah, dan keseimbangan menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola lembaga pendidikan Islam yang profesional dan bermoral. Tantangan globalisasi dan digitalisasi menuntut lembaga pendidikan Islam untuk mengembangkan sistem manajemen yang adaptif, inovatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai syariat. Oleh karena itu, integrasi antara manajemen modern dan nilai-nilai Islam menjadi kunci utama dalam menjaga relevansi dan mutu lembaga pendidikan Islam di era kontemporer.