Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Meskipun cakupan ASI eksklusif global telah mencapai 48%, masih dibutuhkan upaya untuk mencapai target 70% pada tahun 2030. Di Indonesia, cakupan ASI eksklusif meningkat menjadi 68% pada tahun 2023, namun hanya 27% bayi yangmenerima ASI dalam satu jam pertama kelahiran. Di Provinsi Aceh, apaian mencapai 67,81%, dan khususnya di wilayah Puskesmas Meureubo mencapai 80%. Meski demikian, masih dijumapi ibu menyusui, terutama primipara, yang mengalami kesulitan produksi ASI akibat stress dan kecemasan. Tujuan Penelitian: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh tehadap produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Meurebo Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Tahun 2025. Metode Penelitian: Rancangan penelitian yang digunakan adalah desain observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel sebanyak 52 orang ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas Meurebo. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian: Ada hubungan status gizi dengan produksi ASI pada ibu post partum dengan p-Value 0,047 (р<0,05). Tidak ada hubungan paritas dengan produksi ASI pada ibu post partum dengan p-Value = 0,357 (р>0,05). Ada hubungan frekuensi menyusui dengan produksi ASI pada ibu post partum dengan p-Value = 0,001 (р<0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh status gizi dan frekuensi menyusui terhadap Produksi ASI. Namun tidak ada pengaruh paritas terhadap Produksi ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Meurebo Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Tahun 2025. Saran: Diharapkan bagi petugas kesehatan setempat untuk dapat memberikan edukasi dan konseling kepada ibu post partum mengenai pentingnya pemberian ASI pada bayi serta mengajarkan kepada ibu menyusui tentang cara agar ASI dapat keluar dengan lancar.