Claraditha Adelia Nelson
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PROSES PERADILAN PERDATA DI ERA E-COURT Claraditha Adelia Nelson
Transparansi Hukum Vol. 9 No. 1 (2025): TRANSPARANSI HUKUM
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/transparansi.v9i1.7365

Abstract

ABSTRAKTransformasi digital telah menjadi pendorong utama modernisasi diberbagai sektor, tidak terkecuali di bidang hukum dan peradilan. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis proses transformasi digital dalam peradilan perdatadi Indonesia melalui implementasi sistem E-Court (Peradilan Elektronik). Sejakdiluncurkan oleh Mahkamah Agung, khususnya melalui Peraturan MahkamahAgung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2019, E-Court telah mengubah secarafundamental lanskap administrasi dan proses persidangan. Penelitian inimenggunakan metode yuridis-normatif dengan menganalisis peraturan perundangundangan terkait E-Court dan dampaknya terhadap hukum acara perdata. Hasilanalisis menunjukkan bahwa E-Court, yang mencakup e-Filing, e-Payment, eSummons, dan e-Litigation, berhasil meningkatkan efisiensi, transparansi, danakuntabilitas proses peradilan. Implementasi ini secara signifikan memangkaswaktu, biaya, dan kompleksitas birokrasi yang sebelumnya menjadi keluhan utamapara pencari keadilan. Meskipun demikian, transformasi ini tidak tanpa tantangan.Kesenjangan digital (digital divide), masalah keamanan siber, dan kebutuhanadaptasi sumber daya manusia (hakim, panitera, advokat, dan masyarakat) menjadihambatan utama yang harus diatasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa E-Courtadalah langkah progresif yang krusial untuk mewujudkan asas peradilan yangsederhana, cepat, dan biaya ringan, namun optimalisasinya memerlukan komitmenberkelanjutan terhadap infrastruktur, keamanan data, dan pengembangan kapasitasSDM.Kata Kunci : Transformasi Digital, E-Court, Peradilan Perdata, EfisiensiPeradilan, Akses Keadilan.
Peran Intervensi Pihak Ketiga terhadap Kekuatan Pembuktian dalam Proses Persidangan Perdata Wahida , Nova Reana; Alisya Putri Santoso; Syifa Ramadani; Claraditha Adelia Nelson; Asyifa Nayla Jingga; Owen Novail Firmansyah; Ahmad Jafar sidik
Journal Sovereignty Law And Diplomatic Politics Vol. 2 No. 1 (2026): Journal Sovereignty Law and Diplomatic Politics
Publisher : CV Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jlsdp.v2i1.1985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran intervensi pihak ketiga terhadap kekuatan alat bukti dalam persidangan perdata serta implikasinya terhadap objektivitas hakim. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur terhadap peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, dan pendapat para ahli. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa intervensi pihak ketiga dapat berfungsi sebagai instrumen penguat pembuktian melalui penambahan bukti dan informasi yang relevan, namun juga berpotensi menimbulkan distorsi fakta apabila tidak didasarkan pada legitimasi dan relevansi kepentingan hukum. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa intervensi pihak ketiga perlu diatur dan diawasi secara ketat agar mendukung objektivitas hakim serta menjamin tercapainya keadilan prosedural dan substantif dalam persidangan perdata.