Kurniati, Melani Della Anggita Putri Buchari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) Terhadap Keteraturan Siklus Estrus dan Bobot Organ Reproduksi (Ovarium dan Uterus) Mencit (Mus musculus L.) Kurniati, Reni; Kurniati, Melani Della Anggita Putri Buchari; Medi Hendra
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.37473

Abstract

Kratom (Mitragyna speciosa Korth) dipercaya sebagai tanaman obat yang tersebar di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kratom dapat mempengaruhi sistem reproduksi jantan, namun penelitian berhubungan reproduksi betina masih sedikit, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak daun kratom terhadap keteraturan siklus estrus dan bobot organ reproduksi( ovarium dan uterus) mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan selama 21 hari. Hewan uji yang digunakan yakni 20 ekor mencit betina dewasa berumur 2,5-3 bulan dengan berat badan 25-30 gram. Hewan uji dibagi atas 4 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol diberi 0,5 ml larutan CMC 1% (placebo), sedangkan kelompok perlakuan diberi ekstrak kratom secara berurutan 0,5 ml dosis 100 mg/kgBB (P1), dosis 200 mg/kgbb (P2) dan dosis 300 mg/kgBB yang terlarut dalam CMC 1%. Pengamatan keteraturan siklus estrus mencit menggunakan metoda apusan vagina, dimulai pada hari pertama sebelum diberikan perlakuan, kemudian dilanjutkan setiap 5 hari sekali. Siklus estrus dikategorikan teratur apabila terdapat tiga fase siklus estrus yang sama secara berurutan selama pengamatan. Pada hari ke-21 mencit dibedah untuk diambil ovarium dan uterus, kemudian ditimbang. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kratom dosis 100-300 mg/kgBB.dapat menyebabkan persentase keteraturan  siklus estrus menurun secara signifikan seiring bertambahnya dosis  dan peningkatan bobot ovarium secara signifikan pada kelompok perlakuan, namun tidak berpengaruh pada bobot uterus dan berat badan menci