Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Gaya Komunikasi Atasan Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Indomarco Prismatama Di Yogyakarta Fatkhurrahman Putri, Farah Zuhaida; Rakhmasias, Katrin Narwas
Journal of Business Economics and Management | E-ISSN : 3063-8968 Vol. 2 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the effect of supervisors’ communication styles on employee performance at PT Indomarco Prismatama Yogyakarta. Effective communication is essential for creating a productive work environment, while unclear and one-way communication may hinder employee performance. This research used a quantitative explanatory approach. Data were collected through questionnaires distributed to 108 active employees selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using validity and reliability tests, normality and linearity tests, and simple linear regression analysis with SPSS version 27. The results show that all questionnaire items are valid and reliable, with Cronbach’s Alpha values of 0.941 for supervisors’ communication style and 0.955 for employee performance. The Kolmogorov–Smirnov test indicates that the data are normally distributed. Regression analysis reveals a significant positive effect of supervisors’ communication styles on employee performance, with a significance value of 0.001 (< 0.05). The coefficient of determination (R²) of 0.682 indicates that supervisors’ communication styles explain 68.2% of the variance in employee performance. These findings emphasize the importance of effective supervisory communication in improving employee performance.
Makna Diam Dalam Konflik Interpersonal Perspektif Pelaku Silent Treatment Dalam Hubungan Pacaran Faustine, Chatarina Jesse Intan; Rakhmasias, Katrin Narwas; Putri, Farah Zuhaida Fatkhurrahman; Prabarani, Kartika Astriana Dian; Kristi, Airin Rosiana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8476

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna diam dalam konflik interpersonal dari perspektif pelaku silent treatment dalam hubungan pacaran. Konflik dalam hubungan pacaran dipahami sebagai kondisi yang wajar terjadi karena adanya perbedaan kebutuhan, harapan, emosi, dan cara komunikasi antar pasangan. Dalam situasi tertentu, konflik tidak selalu diselesaikan melalui percakapan terbuka, tetapi justru melalui tindakan menarik diri dari komunikasi. Salah satu bentuknya adalah silent treatment, yaitu perilaku sengaja tidak merespons, mengabaikan pesan, menghindari pertemuan, atau membatasi interaksi dengan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pelaku memaknai tindakan diam, motif yang melatarbelakanginya, serta makna emosional yang muncul dari perilaku tersebut. Kajian ini menggunakan landasan teori komunikasi interpersonal, komunikasi nonverbal, konflik relasional, perspektif psikologis, dan dinamika kekuasaan dalam hubungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi, karena penelitian berfokus pada pengalaman subjektif partisipan secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap individu yang pernah melakukan silent treatment dalam hubungan pacaran. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling agar data yang diperoleh sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diam tidak hanya dimaknai sebagai upaya menenangkan diri dan mengatur emosi, tetapi juga sebagai cara menghindari konflik, menyampaikan kekecewaan, memberi hukuman emosional, serta mengendalikan pasangan. Dengan demikian, silent treatment memiliki makna yang kompleks. Di satu sisi, diam dapat dianggap sebagai bentuk perlindungan diri, tetapi di sisi lain dapat menimbulkan jarak emosional, kesalahpahaman, rasa tidak aman, dan ketimpangan relasi dalam hubungan pacaran. Temuan ini menegaskan perlunya komunikasi yang lebih terbuka, jujur, dan setara agar konflik tidak berkembang menjadi pola hubungan yang merugikan pasangan keduanya.