Perilaku vulva hygiene merupakan serangkaian tindakan perawatan kebersihan dan kesehatan vulva bertujuan mencegah terjadinya infeksi serta menjaga keseimbangan sistem reproduksi perempuan. Penerapan perilaku vulva hygiene yang tidak adekuat dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan reproduksi. Data global menunjukkan sekitar 35% perempuan di dunia mengalami masalah kesehatan reproduksi yang berkaitan dengan praktik kebersihan organ reproduksi yang kurang baik. Di Indonesia, permasalahan ini masih menjadi isu kesehatan yang serius, dari sekitar 69,4 juta remaja, sebanyak 63 juta di antaranya dilaporkan memiliki perilaku vulva hygiene yang tergolong buruk. Perilaku vulva hygiene pada remaja putri dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain tingkat pengetahuan, sikap, dukungan orang tua, serta dukungan tenaga kesehatan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak kesehatan, seperti infeksi saluran kemih, keputihan patologis, hingga komplikasi yang lebih serius, termasuk kanker serviks dan gangguan kesuburan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku vulva hygiene pada remaja putri, meliputi pengetahuan, sikap, dukungan orang tua, dan dukungan tenaga kesehatan di SMA X Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling yaitu 86 remaja putri. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dukungan orang tua, dukungan tenaga kesehatan, serta perilaku vulva hygiene. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value= 0,022), sikap (p-value= 0,000), dan dukungan orang tua (p-value= 0,005) dengan perilaku vulva hygiene pada remaja putri. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang memadai, sikap yang positif, serta dukungan orang tua yang baik berperan penting dalam membentuk perilaku vulva hygiene yang optimal pada remaja putri.