Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan mental, sosial, emosional, maupun akademik siswa. Perilaku ini, apabila tidak ditangani secara tepat, dapat menghambat proses pembentukan karakter dan menurunkan kualitas lingkungan belajar. Oleh karena itu, upaya preventif melalui penanaman nilai-nilai agama, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), menjadi sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, berempati, serta mampu menghargai sesama.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi Pendidikan Agama Islam kepada siswa kelas 6 sebagai salah satu langkah antisipatif dalam mencegah dan menangani perilaku bullying di MIN 4 Pontianak. Metode pelaksanaan terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu: (1) observasi awal untuk mengetahui kondisi perilaku siswa kelas 6 dan bentuk-bentuk bullying yang berpotensi terjadi, (2) penyusunan materi sosialisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti akhlakul karimah, sikap saling menghormati, dan larangan menyakiti sesama, (3) pelaksanaan sosialisasi kepada siswa dan guru dalam bentuk penyuluhan, diskusi interaktif, serta studi kasus sederhana, dan (4) evaluasi terhadap pemahaman, respon, dan perubahan sikap siswa setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi Pendidikan Agama Islam mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya saling menghormati, menumbuhkan empati, serta menjauhi perilaku mengejek, merendahkan, ataupun menyakiti teman. Siswa terlihat lebih aktif berdiskusi mengenai contoh perilaku bullying serta cara menghindarinya berdasarkan ajaran Islam. Selain itu, guru memperoleh tambahan wawasan dan strategi pembinaan karakter yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Secara umum, kegiatan ini mendorong terciptanya suasana sekolah yang lebih kondusif, religius, dan aman bagi seluruh siswa. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat berlanjut melalui program pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam aktivitas belajar mengajar, penguatan kerja sama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah, serta penanaman karakter Islami secara konsisten. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi secara optimal sebagai instrumen preventif dalam mencegah dan mengantisipasi perilaku bullying sejak dini.