Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pawning Clove Plantation Land in Tolitoli Regency: The Perspective of Fiqh Muamalah Fathul Khair; Muhammad Syakir Al Kautsar; Nurul Mahmudah
Journal of Contemporary Applied Islamic Philanthropy Vol. 1 No. 1 (2023): JCAIP
Publisher : Nuban Jagadhita Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62265/jcaip.v1i1.16

Abstract

Purpose: Implementation of pawning of clove plantation land in the Tolitoli community, the clove plantation land is temporarily owned by the pawn recipient, and the produce from the land is taken by the pawn recipient. The practice of clove pawning by the Tolitoli people greatly benefits those who receive the pledge of garden land and conversely causes losses to the pawnbroker or land owner. Methodology: This research is qualitative research. Findings: The practice of pawning clove land carried out by the community in Tolitoli Regency is not in accordance with mu’amalah fiqh. The discrepancy lies in the utilization of pawn goods and the results from clove land are fully utilized by the pawn recipient.
Sosialisasi Deteksi Kesehatan pada Narapidana oleh Penyuluh Agama di Rutan Kelas IIB Kabupaten Bengkayang dalam Rangka Gerak Bersama Sehat di Hari Kesehatan Nasional Ke 60 Tahun: Pengabdian Fathul Khair; Elisabet Indania; Annisa Pirlaily Pazriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.624

Abstract

Kesehatan merupakan hak fundamental setiap individu, termasuk narapidana yang menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan. Namun, kondisi fisik dan mental narapidana seringkali terabaikan karena keterbatasan fasilitas, lingkungan yang penuh tekanan, dan pola hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang menyeluruh untuk meningkatkan kesadaran Kesehatan di kalangan narapidana Rutan Kelas IIB Kabupaten Bengkayang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Sosialisasi Deteksi Kesehatan pada Narapidana yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam di Rutan Kelas IIB Kabupaten Bengkayang, yang berfokus pada integrasi prinsip-prinsip kesehatan dalam Islam. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati “Hari Kesehatan Nasional ke-60” dan mendukung “Gerakan Bersama Sehat Bersama Masyarakat”, sebuah inisiatif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara preventif dan deteksi dini penyakit. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada narapidana mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan jiwa, serta bagaimana ajaran Islam mendukung gaya hidup sehat. Dalam Islam, menjaga kesehatan dianggap sebagai bentuk ibadah dan kewajiban yang harus dilaksanakan. Penyuluhan ini tidak hanya melibatkan deteksi dini penyakit, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat, kebersihan diri, serta pengelolaan stres yang selaras dengan ajaran Islam. Melalui kegiatan ini, diharapkan narapidana tidak hanya memperoleh pengetahuan medis terkait kesehatan, tetapi juga mendapatkan dorongan spiritual yang memperkuat motivasi mereka untuk menjalani hidup sehat. Program ini juga bertujuan untuk mengurangi stigma negatif terhadap narapidana dengan meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya kesehatan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan spiritual. Diharapkan, hasil dari sosialisasi ini akan mendorong narapidana untuk memperbaiki gaya hidup mereka, baik selama di rutan maupun setelah mereka kembali ke masyarakat, serta memperkuat integrasi antara kesehatan fisik dan mental dalam perspektif Islam. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan perubahan positif dalam kualitas hidup narapidana di Rutan Kelas IIB Kabupaten Bengkayang serta memberikan kontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Pembelajaran Praktikum Shalat oleh Guru PAI pada Anak Disabilitas Tuna Rungu melalui Media Gambar di SLB Negeri Rasau Jaya Kalimantan Barat: Penelitian Fathul Khair; Agung Anggara Lukmenda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran praktikum shalat oleh guru PAI pada anak disabilitas tuna rungu melalui media gambar di SLB Negeri Rasau Jaya Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian diketahui bahwa 1) pelaksanaan pembelajaran praktikum shalat oleh guru PAI pada anak disabilitas tuna rungu melalui media gambar di SLB Negeri Rasau Jaya Kalimantan Barat bahwa media gambar dan strategi pembelajaran oleh guru PAI dapat membantu siswa dengan keterbatasan pendengaran memahami dan menguasai gerakan shalat dengan lebih baik. 2) langkah-langkah pembelajaran praktikum shalat oleh guru PAI pada anak disabilitas tuna rungu melalui media gambar di SLB Negeri Rasau Jaya Kalimantan Barat terdapat; a) Persiapan Media Gambar. b) Penggunaan Bahasa Isyarat. c) Demonstrasi Gerakan Shalat, Praktik Shalat. 3) faktor-faktor pendukung dan penghambat pembelajaran praktikum shalat oleh guru PAI pada anak disabilitas tuna rungu melalui media gambar di SLB Negeri Rasau Jaya Kalimantan Barat. Adapun pendukung; a) Penggunaan media gambar b) Guru PAI yang terlatih dan berpengalaman. c) Lingkungan belajar yang kondusif. d) Dukungan orang tua. Penghambat; a) Keterbatasan Sumber Daya. b) Kesulitan dalam Mengikuti Instruksi. c) Keterbatasan Kemampuan Guru. d) Kurangnya dukungan dari orang tua. Dengan demikian dapat disimpulkan Pembelajaran praktikum shalat oleh guru PAI pada anak disabilitas tuna rungu melalui media gambar di SLB Negeri Rasau Jaya Kalimantan Barat berjalan dengan baik dan membantu meningkatkan kemampuan peserta didik anak disabilitas tuna rungu yang dilakukan oleh guru PAI. Hal ini terlihat Media gambar dapat menjadi strategi pembelajaran shalat yang efektif untuk anak disabilitas tuna rungu, Penggunaan media gambar dapat meningkatkan kemampuan anak disabilitas tuna rungu dalam memahami gerakan shalat dan bacaan shalat, Guru PAI memiliki peran penting dalam menggunakan media gambar untuk membantu anak disabilitas tuna rungu memahami praktikum shalat
Pemikiran Ekonomi Islam Perspektif Hasan Al Banna Fathul Khair
Al-Buhuts Vol. 20 No. 1 (2024): Al-Buhuts
Publisher : Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ab.v20i1.4778

Abstract

Contemporary Islamic economics has rapidly developed in recent decades, offering a fair and sustainable alternative to classical and modern economic systems. Several factors that encourage the rise of Islamic economics are; dissatisfaction with classical and modern economic systems; the revival of Islamic values throughout the world as a solution to dissatisfaction with classical and modern economic systems; The Islamic finance industry is growing fast; more countries implementing Islamic economic policies; Muslim scholars began to research and develop Islamic economic theory. One of the Muslim scholars who later became a figure in contemporary Islamic economics was Hasan Al Banna. The purpose of this research is to find out Hasan Al Banna's thoughts on Islamic economics. The discussion method used in this study uses library research or qualitative descriptive. The results of this study show that Hasan Al Banna's thoughts on the economic systems of capitalism, socialism, and communism are not for Muslims. These systems were not born in Muslim countries and were not intended to be applied to Muslim communities. Islam has offered perfect system, a system that leads them towards goodness and pure Islamic guidance that comes from the Qur'an and Sunnah. Because the economic sector is easily reacted to the changing circumstance, the Qur'an gives a global ideal to the problem and enforce rules that guarantee people to get its benefits and avoid its harms.
Peran Mahasiswa Dalam Edukasi Masyarakat Desa Tentang Kelebihan Metode Moist Wound Healing Dalam Perawatan Luka Nelky Suriawanto; Fathul Khair; Umi Aulia; Lilis Kurniawati A; Ribka Gracia Guampe; Aisah; Fira; Oktaviani; Muhamad Raehan; Nofriansa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan luka adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk merawat luka dengan tujuan meningkatkan re-epitelisasi jaringan baru dan mengembalikan fungsi fisiologis kulit yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik Moist Wound Healing terhadap proses penyembuhan luka di Kelurahan Martajaya, Lingkungan Taman Indah, Kecamatan Pasangkayu. Metode yang digunakan berupa penyuluhan atau pemberian informasi merupakan suatu kegiatan mendidik sesuatu kepada individu ataupun kelompok, memberi pengetahuan, informasi-informasi dan berbagai kemampuan agar dapat membentuk sikap dan perilaku hidup yang seharusnya. Kegiatan pemberian edukasi di lakukan oleh mahasiswa Universitas Widya Nusantara dengan sasaran Masyarakat Kelurahan Martajaya lingkungan Taman Indah. Setelah kegiatan KKN di mulai, di lakukan observasi masyarakat melalui perkenalan dan pendekatan bersama masyarakat antara mahasiswa dengan masyarakat di Kelurahan Martajaya Lingkungan Taman Indah. Setelah itu di lakukan pengisian kuesioner pra edukasi untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang perawatan luka dengan metode Moist Wound Healing masih rendah
Bimbingan Strategi PAI Dalam Menangani Bullying pada Siswa Kelas 6 di MIN 4 Pontianak Timur Kota Pontianak: Pengabdian Fathul khair; Peni Ariyani; ⁠Nurul Ratna Sari; Ekklesia Fersian Hitipeuw; Patricia Dini Ayu Anggreni
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3639

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan mental, sosial, emosional, maupun akademik siswa. Perilaku ini, apabila tidak ditangani secara tepat, dapat menghambat proses pembentukan karakter dan menurunkan kualitas lingkungan belajar. Oleh karena itu, upaya preventif melalui penanaman nilai-nilai agama, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), menjadi sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, berempati, serta mampu menghargai sesama.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi Pendidikan Agama Islam kepada siswa kelas 6 sebagai salah satu langkah antisipatif dalam mencegah dan menangani perilaku bullying di MIN 4 Pontianak. Metode pelaksanaan terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu: (1) observasi awal untuk mengetahui kondisi perilaku siswa kelas 6 dan bentuk-bentuk bullying yang berpotensi terjadi, (2) penyusunan materi sosialisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam seperti akhlakul karimah, sikap saling menghormati, dan larangan menyakiti sesama, (3) pelaksanaan sosialisasi kepada siswa dan guru dalam bentuk penyuluhan, diskusi interaktif, serta studi kasus sederhana, dan (4) evaluasi terhadap pemahaman, respon, dan perubahan sikap siswa setelah kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi Pendidikan Agama Islam mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya saling menghormati, menumbuhkan empati, serta menjauhi perilaku mengejek, merendahkan, ataupun menyakiti teman. Siswa terlihat lebih aktif berdiskusi mengenai contoh perilaku bullying serta cara menghindarinya berdasarkan ajaran Islam. Selain itu, guru memperoleh tambahan wawasan dan strategi pembinaan karakter yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Secara umum, kegiatan ini mendorong terciptanya suasana sekolah yang lebih kondusif, religius, dan aman bagi seluruh siswa. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat berlanjut melalui program pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam aktivitas belajar mengajar, penguatan kerja sama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah, serta penanaman karakter Islami secara konsisten. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi secara optimal sebagai instrumen preventif dalam mencegah dan mengantisipasi perilaku bullying sejak dini.
Sosialisasi Pendidikan Agama Islam dalam Antisipasi Bullying pada Siswa di MIS Miftahul Khoir, Rasau Jaya Dedi Radhamudi; Fathul khair; Alvi Roelanda; Anang Ihsan Nurhari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3683

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di masyarakat, temasuk dilingkungan sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan mental, sosial, dan akademik siswa. Upaya preventif bisa dilakukan melalui penanaman nilai-nilai agama dan menjadi sangat penting untuk membentuk karakter pada siswa yang mencerminkan akhlak yang mulia. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai Pendidikan Agama Islam sebagai upaya dalam mengantisipasi bullying di MIS Miftahul Khoir Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) observasi awal untuk mengetahui kondisi perilaku siswa, dinamika kelas, serta pola interaksi siswa dengan guru, (2) penyusunan materi sosialisasi berbasis nilai-nilai Islam yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, kebutuhan sekolah, dan konteks permasalahan yang ditemukan pada tahap observasi, (3) pelaksanaan kegiatan sosialisasi kepada siswa dan guru melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari; serta (4) evaluasi terhadap pemahaman siswa setelah kegiatan melalui refleksi, umpan balik lisan maupun tertulis, serta penilaian sederhana untuk melihat perubahan pengetahuan, sikap, dan komitmen siswa dalam mengamalkan nilai-nilai Islam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi Pendidikan Agama Islam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang pentingnya saling menghormati, menumbuhkan empati, serta menjauhi perilaku mengejek dan menyakiti teman. Selain itu, siswa menjadi lebih mampu mengenali nilai-nilai moral dalam interaksi sehari-hari, memahami akibat dari perilaku negatif, dan termotivasi untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi mengenai nilai-nilai akhlak, menunjukkan keberanian untuk mengemukakan pendapat, serta mampu menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari. Selain itu, guru mendapatkan tambahan strategi dalam pembinaan karakter, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga proses pendampingan moral dan pembentukan perilaku siswa dapat dilakukan dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendorong terciptanya suasana sekolah yang lebih kondusif, religius, dan bebas dari perilaku bullying, karena siswa mulai menunjukkan sikap saling menghargai, lebih peduli terhadap teman, serta mampu menyelesaikan konflik secara lebih bijaksana. Selain itu, meningkatnya kesadaran akan pentingnya akhlak mulia turut memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah, sehingga tercipta iklim pembelajaran yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter siswa secara menyeluruh. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat berkelanjutan melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kegiatan belajar mengajar dan kerja sama antara guru, orang tua, serta pihak sekolah. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi secara optimal dalam mencegah dan mengantisipasi perilaku bullying sejak dini.
Bimbingan Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Lansia di Taklim Yasinan Masjid Nurul Huda Roban Singkawang Tengah: Pengabdian Raden Roro Dewi Kusumaningrum; Melky Sedeq Norman Ronaldo; Fathul Khair; Anisa Amarani; Elpriede Kristiani; Urai; Muhammad Fadly
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3693

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia melalui bimbingan pendidikan Agama Islam di Taklim Yasinan Masjid Nurul Huda Roban Singkawang Tengah. Latar belakang kegiatan ini adalah banyaknya lansia yang mengalami penurunan kondisi psikologis akibat rasa kesepian, kehilangan makna hidup, serta keterbatasan interaksi sosial. Dalam kondisi demikian, bimbingan pendidikan Agama Islam menjadi salah satu solusi yang efektif untuk menumbuhkan ketenangan batin, optimisme, serta makna hidup yang positif di kalangan lansia. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi observasi awal kondisi spiritual dan psikologis lansia, kemudian melakukan pengukuran tingkat kecemasan lansia dengan kuesioner Geriatri Anxiety Scale dilanjutkan dengan pelaksanaan bimbingan keagamaan melalui ceramah, pengajian, bimbingan ibadah, dzikir bersama, serta pendampingan personal, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi perubahan sikap dan kesejahteraan psikologis. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif antara tim pengabdian, pembimbing keagamaan, dan pengurus taklim yasinan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lansia mengalami penurunan tingkat kecemasan dan peningkatan dalam aspek ketenangan batin, rasa syukur, sikap sabar, dan semangat hidup. Lansia menjadi lebih aktif dalam kegiatan keagamaan, lebih harmonis dalam berinteraksi sosial, serta menunjukkan perilaku yang lebih positif dalam menjalani hari-hari. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa bimbingan pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membangun kesejahteraan psikologis lansia, karena mampu memperkuat iman, memberikan makna hidup, serta menciptakan suasana spiritual yang menenangkan. Program ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Taklim Yasinan Masjid Nurul Huda Roban Singkawang Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan spiritual dan mental lansia.
Sosialisasi Pendidikan Agama Islam dalam Antisipasi Bullying pada Siswa di SMA 1 Muhammadiyah Pontianak Fathul khair; Sena Dwi Tamara; Sudarwati, Sudarwati; Yenni Lukita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4213

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan mental, sosial, dan akademik siswa. Upaya preventif melalui penanaman nilai-nilai agama menjadi sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi Pendidikan Agama Islam sebagai upaya antisipasi bullying di SMA 1 Muhammadiyah Pontianak. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: (1) observasi awal untuk mengetahui kondisi perilaku siswa, (2) penyusunan materi sosialisasi berbasis nilai-nilai Islam, (3) pelaksanaan kegiatan sosialisasi kepada siswa dan guru, serta (4) evaluasi terhadap pemahaman siswa setelah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi Pendidikan Agama Islam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang pentingnya saling menghormati, menumbuhkan empati, serta menjauhi perilaku mengejek dan menyakiti teman. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi mengenai nilai-nilai akhlak, dan guru mendapatkan tambahan strategi dalam pembinaan karakter. Kegiatan ini juga mendorong terciptanya suasana sekolah yang lebih kondusif, religius, dan bebas dari perilaku bullying. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat berkelanjutan melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kegiatan belajar mengajar dan kerja sama antara guru, orang tua, serta pihak sekolah. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi secara optimal dalam mencegah dan mengantisipasi perilaku bullying sejak dini.