Studi ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pengembangan dan pelatihan tenaga pendidik dapat meningkatkan kemampuan guru melalui penggunaan kecerdasan buatan di SMA Negeri 1 Sipoholon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah para pendidik di SMA Negeri 1 Sipoholon. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari delapan butir pertanyaan yang meliputi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembuatan materi pembelajaran, penyiapan soal evaluasi, perencanaan belajar, analisis hasil belajar peserta didik, inovasi dalam pembuatan materi, efektivitas evaluasi, kemampuan merancang proses belajar, serta kemampuan dalam menganalisis hasil belajar peserta didik. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa para pendidik menggunakan kecerdasan buatan dengan cukup efektif.Hal ini tercermin dalam persentase indikator pembuatan materi pelajaran yang mencapai 78%, pembuatan soal evaluasi sebesar 82%, penyusunan rencana pembelajaran 76%, dan analisis hasil belajar siswa yang mencapai 77%. Selain itu, pada indikator peningkatan keterampilan guru, persentase kreativitas dalam penyusunan materi adalah 81%, efektivitas pembuatan evaluasi 83%, kemampuan meran cang pembelajaran 82%, serta kemampuan dalam menganalisis hasil belajar siswa juga 82%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam proses pengajaran. Penggunaan kecerdasan buatan membantu guru dalam merancang materi, menyusun evaluasi, merencanakan pembelajaran, serta menganalisis hasil belajar siswa dengan cara yang lebih efektif dan efisien.