Pakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha peternakan. Faktor ini menyumbang persentase terbesar dibandingkan breeding dan managemen. Penyediaan pakan yang berkualitas, murah, mudah didapat, tidak bersaing dengan manusia tetapi memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan usaha peternakan. Salah satu upaya dalam peningkatan efisiensi pakan adalah dengan menggunakan natural growth promotor sebagai pengganti antibiotic growth promotor yang berasal dari ampas jamu. Ampas jamu dengan kandungan senyawa aktifnya mampu berperan sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi sehingga dapat menjaga kesehatan ayam. Ampas jamu yang difermentasi, ditambahkan probiotik, serta dibuat dalam ukuran nano memiliki daya serap lebih tinggi sehingga senyawa aktif di dalamnya mampu bekerja secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberian nanopartikel ampas jamu dan probiotik sebagai feed additive ayam petelur terhadap produksi telur yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menguji ayam petelur secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Level penambahan dalam pakan terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan 5 ekor ayam untuk setiap ulangan. Perlakuan yang diberikan pada ayam petelur meliputi P0 (pakan basal), P1 (pakan basal + probiotik + nanopartikel ampas jamu 0,25%), P2 (pakan basal + probiotik + nanopartikel ampas jamu 0,50%), dan P3 (pakan basal + probiotik + nanopartikel ampas jamu 0,75%). Variabel yang diamati adalah produksi telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel ampas jamu dan probiotik pada pakan ayam petelur memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) pada produksi telur. Terdapat peningkatan produksi telur yang dihasilkan pada perlakuan yang diberikan. Perlakuan penambahan nanopartikel ampas jamu dan probiotik terbaik terdapat pada P2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nanopartikel ampas jamu dan probiotik dapat dijadikan sebagai feed additive dalam menunjang performans produksi khususnya produksi telur pada ayam petelur.