Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ekologi Sosial Di Bawah Tekanan Iklim: Pola Adaptasi Masyarakat Pesisir Oeba, Kota Kupang Terhadap Perubahan Lingkungan pada Musim Penghujan Akhir Tahun: Penelitian Olivia, Irene; Melani Ndun; Femy Taek; Petrus Selestinus Mite; Lasarus Jehamat; Imelda Nahak
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4343

Abstract

Perubahan iklim di wilayah pesisir Oeba menyebabkan tekanan ekologis yang signifikan, termasuk peningkatan curah hujan, banjir bandang, dan ketidakstabilan cuaca ekstrem yang mengganggu kegiatan sosial-ekonomi masyarakat, terutama nelayan. Melalui perspektif ekologi sosial, perubahan ekologi ini tidak hanya mempengaruhi sistem sosial, tetapi juga mendapat umpan balik melalui respon adaptif masyarakat yang berdampak langsung pada kelangsungan lingkungan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi untuk mengkaji hubungan timbal balik antara sistem ekologi yang tertekan dan strategi adaptasi sosial masyarakat pesisir Oeba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan iklim mendorong lahirnya berbagai bentuk adaptasi masyarakat, seperti diversifikasi mata pencaharian (menjual makanan olahan ikan, menjadi pekerja pelabuhan), memperkuat jejaring sosial, dan memanfaatkan kearifan lokal. Adaptasi ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi bertahan hidup, tetapi juga sebagai mekanisme sosial-ekologis yang membantu menstabilkan kondisi lingkungan dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Oeba tidak hanya menjadi korban perubahan iklim, tetapi juga aktor aktif yang mampu menciptakan strategi bertahan hidup berdasarkan pengetahuan dan pengalaman bersama. Namun, ketimpangan kebijakan dan dukungan pemerintah yang tidak merata menjadi hambatan dalam membangun ketahanan jangka panjang. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas sosial dan kebijakan adaptif berbasis masyarakat. Perubahan iklim di wilayah pesisir Oeba menyebabkan tekanan ekologis yang signifikan, termasuk peningkatan curah hujan, banjir bandang, dan ketidakstabilan cuaca ekstrem yang mengganggu aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, terutama nelayan. Melalui perspektif ekologi sosial, perubahan ekologis ini tidak hanya memengaruhi sistem sosial, tetapi juga memperoleh umpan balik melalui respons adaptif masyarakat yang secara langsung berdampak pada keberlanjutan lingkungan pesisir. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi untuk meneliti hubungan timbal balik antara sistem ekologis yang tertekan dan strategi adaptasi sosial masyarakat pesisir Oeba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan iklim mendorong munculnya berbagai bentuk adaptasi dari masyarakat, seperti diversifikasi mata pencaharian (menjual ikan olahan, menjadi pekerja pelabuhan), memperkuat jaringan sosial, dan memanfaatkan kearifan lokal. Adaptasi ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi bertahan hidup, tetapi juga sebagai mekanisme sosial-ekologis yang membantu menstabilkan kondisi lingkungan dan ekonomi masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa masyarakat Oeba bukan hanya korban perubahan iklim, tetapi juga aktor aktif yang mampu menciptakan strategi bertahan hidup berdasarkan pengetahuan dan pengalaman bersama. Namun, ketidaksetaraan kebijakan dan dukungan pemerintah yang tidak merata merupakan hambatan dalam membangun ketahanan jangka panjang. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas sosial dan kebijakan adaptif berbasis komunitas.