Penggunaan teknologi digital di kalangan remaja semakin berkembang pesat, namun sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang pemanfaatan teknologi secara efektif dan aman. Di satu sisi penggunaan teknologi digital dapat membawa risiko serius, seperti terpapar kecanduan game online, pornografi, judi online, penyebaran informasi palsu (hoaks), perundungan siber, dan ancaman terhadap privasi data. Di sisi lain perkembangan teknologi khususnya kecerdasan artifisial menawarkan potensi besar untuk membantu meningkatkan kualitas proses belajar siswa di kelas. Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial, siswa SMA dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan, efektif, efisien, dan berkualitas. Teknologi kecerdasan artifisial tidak hanya membantu mengatasi tantangan dalam pendidikan siswa di kelas, tetapi juga membuka peluang baru untuk inovasi dan peningkatan kualitas pembelajaran ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, sangat penting bagi siswa untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial dan meningkatkan literasi digital siswa SMA khususnya pada penggunaan konten internet. Tujuan spesifiknya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam penggunaan kecerdasan artifisial (seperti ChatGPT dan Gemini), untuk mendukung proses belajar, mengembangkan ide, atau pencarian ilmu pengetahuan. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang internet sehat dan aman, termasuk cara mengidentifikasi hoaks, menjaga privasi data, dan menghindari konten dan aktifitas negatif lainnya. Sehingga diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, kritis, dan bertanggung jawab melalui integrasi teknologi digital.