Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Diri Terhadap Pencegahan Keputihan (flour albus) Pada Remaja Putri Di SMAN 3 Kota Palu Adesia Alvionika; Ni Nyoman Elfiyunai; Arfiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5168

Abstract

Latar Belakang: Keputihan (flour albus) adalah masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri. Hasil wawancara di SMAN 3 Kota Palu menunjukkan banyak siswi belum memahami keputihan, dan hanya sedikit yang melakukan pencegahan seperti menjaga kebersihan diri. Jika tidak ditangani, keputihan dapat menyebabkan infertilitas dan kanker serviks. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan pada remaja putri di SMAN 3 Kota Palu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri dari 566 siswi, dan sampel sebanyak 85 siswi kelas XI dan XII dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9,4% responden memiliki pengetahuan baik, 74,1% cukup, dan 16,5% kurang. Motivasi diri responden tergolong tinggi 52,9% dan rendah 47,1%, sedangkan pencegahan keputihan baik 71,8% dan buruk 28,2%. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan (p = 0,000 dan 0,001).Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan pada remaja putri di SMAN 3 Kota Palu. Semakin baik pengetahuan dan motivasi diri seseorang maka semakin baik pula pencegahan keputihan yang dilakukan.Saran: Perlu ditingkatkan edukasi tentang kesehatan reproduksi bagi remaja putri melalui program sekolah, penyuluhan, dan peran orang tua dalam memberikan informasi yang benar dan berkelanjutan tentang menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi.