Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

CORRELATION BETWEEN EARLY MARRIAGE AND FAMILY INCOME WITH THE INCIDENCE OF STUNTING AT KAMAIPURA COMMUNITY HEALTH CENTER Natasya, Putri Wilda; Ni Nyoman Elfiyunai; Sintong H. Hutabarat
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Stunting is a condition where a child's height is shorter than the standard for their age due to multifactorial factors such as. Early marriage is a phenomenon that still occurs a lot, where early marriage can trigger stunting. The incidence of stunting is also related to low socio-economic. Objective: To analyze the relationship between early marriage and family income with the incidence of stunting at the Kamaipura Health Center. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The population is all mothers who have toddlers aged 12-59 months totaling 325, with a purposive random sampling technique. The number of samples is 180. Research Results: The results showed that out of 180 respondents, those who did not marry early were more, those who had family income ≥ UMK Sigi Regency were more, and the incidence of stunting toddlers was higher. The results of the chi-square statistical test of the relationship between early marriage and stunting incidence p value = 0.0871 (p>0.05), and the relationship between family income and stunting incidence p value = 0.0983 (p>0.05) Conclusion: There is no Correlation between early marriage and family income with stunting incidence at the Kamaipura Health Center. Suggestion: For the Kamaipura Health Center, the results of this study can be a source of information, so that the Health Center can conduct further analysis to identify other factors that play a role in stunting incidence.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Garam Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Tambu Sindy Claudia; Sri Marnianti Irnawan; Ni Nyoman Elfiyunai
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1665

Abstract

3 sampel di Puskesmas Tambu mengatakan cenderung menyukai olahan makanan yang asin, jika sajian makanan yang diberikan keluarga kurang terasa asin maka dirasa kurang sedap dan tidak terasa nikmat, 3 sampel lainnya mengatakan bahwa makan asin sudah menjadi kebiasaan dalam rumah dan sudah menjadi menu harian sehingga penderita hipertensi yang ada didalam rumah cukup kesulitan untuk menerapkan diet rendah garam. Tujuan penelitian diketahuinya Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Garam Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Tambu. Metode penelitian Cross sectional populasi dalam penelitian berjumlah 155 orang, dengan jumlah sampel 57 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil Penelitian ada Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Garam Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Tambu dengan nilai p : 0,005 (<0,05). Kesimpulan Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Garam Pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Tambu. Saran diharapkan Pelayanan Kesehatan tempat penelitian hasil Penelitian Dapat Digunakan Sebagai bahan masukan bagi Puskesmas Tambu dalam upaya peningkatan pelayanan pada pasien. Penyuluhan dapat laksanakan dengan menyebarkan leaflet, pada saat pemeriksaan serta memberi penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami mengenai dampak dan bahaya apabila tidak meningkatkan derajat kesehatan dan mengurangi angka pendrita.
Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Diri Terhadap Pencegahan Keputihan (flour albus) Pada Remaja Putri Di SMAN 3 Kota Palu Adesia Alvionika; Ni Nyoman Elfiyunai; Arfiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5168

Abstract

Latar Belakang: Keputihan (flour albus) adalah masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri. Hasil wawancara di SMAN 3 Kota Palu menunjukkan banyak siswi belum memahami keputihan, dan hanya sedikit yang melakukan pencegahan seperti menjaga kebersihan diri. Jika tidak ditangani, keputihan dapat menyebabkan infertilitas dan kanker serviks. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan pada remaja putri di SMAN 3 Kota Palu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri dari 566 siswi, dan sampel sebanyak 85 siswi kelas XI dan XII dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9,4% responden memiliki pengetahuan baik, 74,1% cukup, dan 16,5% kurang. Motivasi diri responden tergolong tinggi 52,9% dan rendah 47,1%, sedangkan pencegahan keputihan baik 71,8% dan buruk 28,2%. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan (p = 0,000 dan 0,001).Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan motivasi diri terhadap pencegahan keputihan pada remaja putri di SMAN 3 Kota Palu. Semakin baik pengetahuan dan motivasi diri seseorang maka semakin baik pula pencegahan keputihan yang dilakukan.Saran: Perlu ditingkatkan edukasi tentang kesehatan reproduksi bagi remaja putri melalui program sekolah, penyuluhan, dan peran orang tua dalam memberikan informasi yang benar dan berkelanjutan tentang menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi.
Pengaruh Pemberian Health Education terhadap Pengetahuan Remaja Putri terkait Pencegahan Keputihan di SMP Negeri 19 Palu: Penelitian Farah Rezki Nurkhaerani; Ni Nyoman Elfiyunai; Arniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5358

Abstract

WHO melaporkan bahwa sekitar 75% wanita di dunia pernah mengalami keputihan, sedangkan di Eropa sebesar 25%. Hasil wawancara terhadap 10 siswi menunjukkan 6 siswi pernah mengalami keputihan disertai rasa gatal namun menganggapnya sebagai kondisi normal, sementara 4 siswi belum mengetahui pengertian keputihan maupun cara pencegahannya. Kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya pendidikan kesehatan di sekolah sehingga pengetahuan remaja putri terkait kesehatan reproduksi masih rendah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental. Populasi berjumlah 96 remaja putri, dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan health education. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Simpulan: Health education efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan keputihan.
Hubungan Kebersihan Diri dengan Kejadian Diare Anak Sekolah di SD Kristen Bala Keselamatan Palu : Penelitian Vivit Novelin Kalara; Ni Nyoman Udiani; Ni Nyoman Elfiyunai
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5592

Abstract

Tujuan penelitian adalah dianalisisnya hubungan kebersihan diri dengan kejadian diare pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Kristen Bala Keselamatan Palu. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 sampai dengan 6 di Sekolah Dasar Kristen Bala Keselamatan Palu yang berjumlah 346 orang anak, jumlah sampel ditentukan dengan rumus slovin yaitu 78 responden dengan proportional sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebersihan diri kategori baik sebanyak 47 responden (60,3%), tidak mengalami diare sebanyak 61 responden (78,2%) dan hasil uji statistik chi square diperoleh p value 0,036 (p< 0,05). Terdapat hubungan antara kebersihan diri dengan kejadian diare pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Kristen Bala Keselamatan Palu. Sekolah perlu mengadakan program edukasi rutin tentang kebersihan diri dan pencegahan penyakit menular terutama diare.
Hubungan Pola Makan dan Konsumsi Kopi dengan Kejadian Gastritis pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sintuvu Roso Labuan: Penelitian Nur Faridha Rifai; Ismunandar Wahyu Kindang; Ni Nyoman Elfiyunai
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5576

Abstract

Gastritis merupakan gangguan kesehatan yang kerap terjadi pada kelompok lanjut usia, yang umumnya dipicu oleh ketidakteraturan pola makan serta kebiasaan mengonsumsi kopi secara berlebihan. Hasil survei awal di Puskesmas Sintuvu Roso Labuan menunjukkan bahwa kasus gastritis pada lansia cenderung meningkat setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara pola makan dan konsumsi kopi dengan kejadian gastritis pada lansia. Penelitian ini menerapkan rancangan deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Populasi mencakup seluruh lansia di Desa Labuan Induk sebanyak 324 orang, dengan 76 lansia sebagai sampel yang dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar lansia memiliki pola makan baik (52,6%), dan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dan gastritis (p = 0,005). Kebiasaan konsumsi kopi juga berhubungan signifikan dengan kejadian gastritis, dengan nilai p = 0,010. Terdapat hubungan bermakna antara pola makan dan konsumsi kopi dengan kejadian gastritis pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sintuvu Roso Labuan.
Hubungan Peran Kader dengan Keaktifan Lansia dalam Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lindu: Penelitian Gray Puspa Enjelis; Ni Nyoman Elfiyunai; Sringati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5649

Abstract

Keikutsertaan lansia dalam kegiatan posyandu lansia tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung, salah satunya adalah peran kader yang berkontribusi dalam memotivasi, memfasilitasi, dan memberikan edukasi kesehatan. Namun, tingkat  keaktifan lansia di sejumlah posyandu masih belum merata. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara peran kader dengan tingkat keaktifan lansia dalam mengikuti posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Lindu. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross sectional dengan populasi 101 lansia dan sampel 81 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner peran kader dan verifikasi KMS lansia, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan α < 0,05. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas responden menilai peran kader berada pada kategori baik (81,5%). Selain itu, sebagian besar lansia juga tergolong aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu (75,3%). Analisis statistik menggunakan uji alternatif Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p sebesar 0,017 (p < 0,05). Ada hubungan peran kader dengan keaktifan Lansia dalam Posyandu Lansia di wilayah kerja Puskesmas Lindu.
Pengaruh Edukasi Nutrisi Ibu Hamil dengan Media Booklet terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Puskesmas Biromaru: Penelitian Awan Ambarwati; Sabir; Ni Nyoman Elfiyunai
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5664

Abstract

Menurut WHO, pada tahun 2024 diperkirakan terdapat sekitar 150,2 juta anak di bawah usia lima tahun yang mengalami stunting di seluruh dunia, atau sekitar 23,2% dari total populasi anak global. Prevalensi stunting paling tinggi terdapat di negara berpendapatan rendah (47%) dan menengah bawah (16%). Tujuan penelitian ini menganalisis Pengaruh Edukasi Nutrisi Ibu Hamil Dengan Media Booklet Terhadap Pengetahuan dan sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting Di Wilayah Puskesmas Biromaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain pra experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang ada di wilayah Puskemas Biromaru sebanyak 52. Sampel 34 responden, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sebelum diberikan edukasi menggunakan media booklet, sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 32 orang (94,1%) dan kategori kurang sebanyak 2 orang (5,9%), serta menunjukkan sikap cukup sebanyak 29 orang (85,3%) dan kurang sebanyak 5 orang (14,7%). Setelah diberikan edukasi menggunakan media booklet, seluruh ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan kategori baik dan sikap baik masing-masing sebanyak 34 orang (100,0%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Ada Pengaruh Edukasi Nutrisi Ibu Hamil Dengan Media Booklet Terhadap Pengetahuan dan sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting Di Wilayah Puskesmas Biromaru.