Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Variasi Ketinggian Raised Bed terhadap Perubahan Sifat Fisik dan Kimia Tanah di Jemur Wonosari, Surabaya Fatiha, Chosa Zahro; Mindari , Wanti; Sasongko, Purnomo Edi; Anggraini, Rahayu; Dewi, Fifi Aurafika; Pradana, Iqbal Satria
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.275

Abstract

Sistem tanam raised bed beralaskan limbah organik diduga berdampak terhadap kecukupan air, nutrisi, dan gas-gas tanah. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh variasi ketinggian raised bed terhadap perubahan sifat fisik dan kimia tanah terpilih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2025 di Jemur Wonosari, Surabaya. Rancangan Acak Kelompok digunakan untuk mengevaluasi  perlakuan  ketinggian raised bed : 20 cm (P1), 25 cm (P2), dan 30 cm (P3), masing-masing diulang tiga kali. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm pada setiap raised bed untuk dianalisis nilai pH tanah, EC, dan C-organik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian raised bed mempengaruhi nilai ciri tanah tersebut. Nilai pH tanah berada pada kisaran 7,08–7,63, nilai EC tanah antara 0,594 dS/m dan 0,402 dS/m, dan kandungan C organik antara 1,09% dan 0,6%. Kandungan C organik berbanding terbalik dengan EC tanah. Bedengan yang ditinggikan optimal pada ketinggian 25 cm karena dapat menjaga kelembapan, aerasi, dan mendukung dekomposisi bahan organik yang baik.