Pangan fungsional merupakan pangan yang tidak hanya berfungsi sebagai makanan tetapi juga mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan di luar manfaat zat gizi yang terkandung di dalamnya. Minuman Kawa Daun yang terbuat dari daun kopi (Coffea Canephora) adalah minuman tradisional khas Sumatera Barat yang dikenal dengan sebutan "aia kawa" dan memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kawa daun sebagai pangan fungsional dengan fokus pada karakteristik dan bioaktifitasnya.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, metode penelitian meliputi analisis kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, klorofil, dan kafein pada daun kopi robusta (Coffea Canephora) melalui berbagai tingkat perkembangan daun. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol dengan variasi suhu dan waktu infusi untuk mendapatkan aktivitas antioksidan optimal. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) untuk mengukur kemampuan menangkal radikal bebas. Analisis kandungan klorofil, flavonoid, dan kafein dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawa daun mengandung senyawa antioksidan yang tinggi, aktivitas antioksidan menggunakan DPPH IC50 didapatkan 144,6391 ppm. Kadar total flavonoid yaitu 0,1968 mgQE/gr. Hasil analisis klorofil yaitu 7,8095 mg/L. Hasil kafein yaitu 0,0215 %. Hasil uji proksimat didapatkan lemak 0,1727%, air 98,0114%, abu 0,10%, lemak 0,4943%, karbohidrat 0,67%, serat kasar 0,56%. Kesimpulannya, kawa daun (Coffea Canephora) memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional khas Sumatera Barat dengan kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk kesehatan, khususnya sebagai sumber antioksidan alami yang dapat mencegah berbagai penyakit dan mendukung kesehatan metabolik tubuh.