Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan program pengendalian tuberkulosis (TB) yang menjadi salah satu strategi dalam percepatan eliminasi TB 2030. Kontak serumah pasien TB menjadi orang yang berisiko tinggi terinfeksi Tuberkulosis dan menjadi sasaran prioritas TPT. Penemuan kasus TB baru di Provinsi Sumatera Barat tahun 2024 mencapai 56%, jauh dari target nasional sebesar 90%. Dari target capaian sebesar 68% Propinsis Sumatera Barat, sebesar 9% dari total kontak erat yang menerima TPT. Capaian TPT di Kabupaten Solok hanya mencapai 7%. Hal ini menunjukkan adanya hambatan besar dalam upaya pencegahan TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan terapi pencegahan tuberkulosis pada kontak serumah. Desain penelitian ini adalah desain cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni s/d November 2025 di wilayah kerja Puskesmas Singkarak, Puskesmas Paninggahan dan Puskesmas Muara Panas. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kontak serumah pasien TB positif di wilayah kerja Puskesmas tersebut dengan jumlah sampel sebanyak 91 sampel. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa responden menolak TPT sebesar 92,3%, pengetahuan yang kurang (52,7%%), sikap yang negatif (54,9%), persepsi yang negatif (53,8%), dan tidak mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan (56%). Hasil analisis bivariat diketahui ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p value = 0,049), sikap (p value = 0,043), persepsi (p value = 0,046) dan dukungan tenaga kesehatan (p value = 0,041) dengan penerimaan TPT. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan, sikap, persepsi dan dukungan tenaga kesehatan dengan penerimaan terapi pencegahan tuberkulosis pada kontak serumah di Kabupaten Solok. Diharapkan keluarga yang kontak serumah TB dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya TPT pada kontak serumah sehingga menerima TPT.