Program pengabdian ini bertujuan memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Sekolah Dasar melalui peningkatan kapasitas guru dan penyediaan perangkat ajar yang operasional. Kegiatan dilaksanakan di SDN Centre Malino, Kabupaten Gowa, melibatkan 18 dari 20 guru. Intervensi mencakup workshop intensif dua hari, ko-desain perangkat (modul ±70 halaman, 12 RPP terintegrasi untuk kelas I–VI, 8 media interaktif, serta paket instrumen evaluasi), dan pendampingan implementasi selama 12 minggu (1 sesi/minggu/kelas). Nilai-nilai lokal—antara lain siri’ na pacce, lempu’, sipakatau, gotong royong, dan gettengdiintegrasikan secara kontekstual dalam aktivitas belajar (misalnya permainan tradisional) dan refleksi karakter. Evaluasi menggunakan desain satu-kelompok pre–post pada guru, observasi fidelitas RPP, observasi keterlibatan belajar, dan penilaian karakter siswa skala 1–4, dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi guru sebesar rerata +24 poin (57,67 → 80,72), fidelitas pelaksanaan RPP tinggi (rata-rata 0,96), keterlibatan belajar siswa naik +16 poin persentase (±67% → ±83%), serta skor karakter meningkat merata pada empat indikator utama (+0,4–0,6 poin), dengan lonjakan tertinggi pada lempu’. Temuan menegaskan bahwa perangkat lengkap (RPP–media–instrumen), praktik autentik berbasis budaya, dan pendampingan sebaya efektif mempercepat adopsi pendidikan karakter yang relevan secara kultural. Model ini layak direplikasi di sekolah dasar lain dengan penyesuaian konteks, disertai penguatan evaluasi lanjutan (reliabilitas instrumen dan uji efektivitas komparatif).