Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hukum terhadap Anak dalam Perkara Dispensasi Kawin di Kabupaten Bojonegoro Tahun 2020-2025 Reganata, Moch Tekad Reza; Japar, Sugiharto Raharjo; Kabir, Muhammad Fauzul; Thalia, Fifi Firmanda Elva; Agustina, Alviya
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. 6 No. 1 (2026): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmh.v6i1.1914

Abstract

Despite the amendment of the minimum legal age for marriage under Law Number 16 of 2019, applications for marriage dispensation involving minors remain prevalent in various regions of Indonesia, including Bojonegoro Regency. This condition raises concerns regarding the effectiveness of child protection within judicial practices, particularly in the interpretation of “urgent circumstances” by religious courts. This study aims to analyze the implementation of child legal protection in marriage dispensation cases decided by the Bojonegoro Religious Court during the 2020-2025 period. The research employs a juridical-normative approach with a case-based analysis of court decisions, supported by statutory and doctrinal legal materials. The analysis is framed using Lawrence M. Friedman’s legal system theory to examine the interaction between legal substance, legal structure, and legal culture in judicial reasoning. The findings reveal that although normative regulations concerning marriage age and child protection are formally adequate, judicial practice tends to apply a broad interpretation of urgent circumstances, resulting in the frequent granting of dispensations. This approach indicates that legal culture and social considerations significantly influence judicial discretion, often outweighing the legislative objective of preventing child marriage. Consequently, the effectiveness of child protection through age limitation is highly dependent on the consistency of judicial interpretation in applying the principle of the best interests of the child.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) Bagi Pembudidaya Ikan Di Desa Wangen, Kabupaten Lamongan Putri Pertiwi , Yora Utami; Ghani, Choirudin Abdul; Nurjanah, Fahima Puput; Kabir, Muhammad Fauzul; Mahendra, Achmad Zhaka; Ashari, Normandio; Zaidurrohman, Mohammad Fajar; Ardiansyah, Afnan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6786

Abstract

Pelatihan pembuatan pupuk organik padat (POP) bagi pembudidaya ikan yang diselenggarakan di Desa  Wangen, Kabupaten Lamongan, memiliki tujuan sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan. Pelatihan dirancang sebagai respon terhadap permasalahan utama yang dihadapi pembudidaya, yaitu mahalnya biaya operasional budidaya ikan. POP dipilih sebagai solusi alternatif karena memiliki keunggulan dalam meningkatkan kesuburan kolam dan ekosistem budidaya ikan secara alami. Pelatihan dilaksanakan dengan metode partisipatif, yang melibatkan langsung pembudidaya dan mahasiswa-mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemilihan bahan baku yaitu: Kotoran kambing, arang sekam, tanah di bawah pohon bambu, tanah tambak, Bekatul/dedak halus, Gula merah/molase, Ragi tape, Probiotik Indigenous Microorganisms (IMO) dan Air. Materi pelatihan mencakup pemaparan materi singkat mengenai konsep POP dan manfaatnya, demonstrasi langsung pembuatan POP, praktik kelompok, sesi tanya jawab, diskusi interaktif mengenai kendala dan peluang implementasi POP. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa pembuatan POP dapat meningkatan pengetahuan, keterampilan praktis, efisiensi biaya, ketersediaan bahan baku dan produk siap pakai. Serta pada kotoran kambing memiliki kandungan dari Kalium (K) sebesar 16% sedangkan setelah di fermentasi selama 7 hari akan meningkat kandungan  Kalium(K) menjadi 32%. Manfaat jangka panjang dari kegiatan ini adalah peningkatan produktivitas, ramah lingkungan, kemandirian pakan dan peningkatan kualitas air. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pembudidaya ikan di Desa Wangen mampu meningkatkan produktivitas, dengan perairan tambak yang subur serta dapat mengurangi ketergantungan pada pakan buatan, mendukung sistem budidaya berkelanjutan tanpa mencemari lingkungan perairan dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dan kualitas air yang optimal. Dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa Wangen secara berkelanjutan, serta dapat memproduksi secara massal pupuk organik padat (POP)  dan dapat diperjual belikan ke seluruh Indonesia.