Pelatihan pembuatan pupuk organik padat (POP) bagi pembudidaya ikan yang diselenggarakan di Desa Wangen, Kabupaten Lamongan, memiliki tujuan sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan. Pelatihan dirancang sebagai respon terhadap permasalahan utama yang dihadapi pembudidaya, yaitu mahalnya biaya operasional budidaya ikan. POP dipilih sebagai solusi alternatif karena memiliki keunggulan dalam meningkatkan kesuburan kolam dan ekosistem budidaya ikan secara alami. Pelatihan dilaksanakan dengan metode partisipatif, yang melibatkan langsung pembudidaya dan mahasiswa-mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemilihan bahan baku yaitu: Kotoran kambing, arang sekam, tanah di bawah pohon bambu, tanah tambak, Bekatul/dedak halus, Gula merah/molase, Ragi tape, Probiotik Indigenous Microorganisms (IMO) dan Air. Materi pelatihan mencakup pemaparan materi singkat mengenai konsep POP dan manfaatnya, demonstrasi langsung pembuatan POP, praktik kelompok, sesi tanya jawab, diskusi interaktif mengenai kendala dan peluang implementasi POP. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa pembuatan POP dapat meningkatan pengetahuan, keterampilan praktis, efisiensi biaya, ketersediaan bahan baku dan produk siap pakai. Serta pada kotoran kambing memiliki kandungan dari Kalium (K) sebesar 16% sedangkan setelah di fermentasi selama 7 hari akan meningkat kandungan Kalium(K) menjadi 32%. Manfaat jangka panjang dari kegiatan ini adalah peningkatan produktivitas, ramah lingkungan, kemandirian pakan dan peningkatan kualitas air. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pembudidaya ikan di Desa Wangen mampu meningkatkan produktivitas, dengan perairan tambak yang subur serta dapat mengurangi ketergantungan pada pakan buatan, mendukung sistem budidaya berkelanjutan tanpa mencemari lingkungan perairan dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dan kualitas air yang optimal. Dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa Wangen secara berkelanjutan, serta dapat memproduksi secara massal pupuk organik padat (POP) dan dapat diperjual belikan ke seluruh Indonesia.