Phubbing (phone snubbing) merupakan fenomena perilaku mengabaikan lawan bicara karena fokus pada ponsel yang semakin marak di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi psikoedukatif dalam mengurangi perilaku phubbing pada kelompok siswa SMP. Subjek penelitian adalah lima siswa kelas VII di SMP Negeri Manado berusia 12-13 tahun yang dipilih berdasarkan skor phubbing tertinggi (22-25/30) dari 29 siswa kelas. Metode asesmen komprehensif digunakan meliputi kuesioner phubbing, observasi terstruktur, wawancara mendalam dengan guru, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil asesmen menunjukkan kelompok menggunakan ponsel rata-rata 10,9 jam per hari, mengecek ponsel 4-6 kali per jam pelajaran, dan hanya berkomunikasi langsung rata-rata 3 menit saat istirahat. Dinamika psikologis menunjukkan bahwa perilaku phubbing terbentuk melalui kebiasaan otomatis, kekhawatiran tertinggal informasi, kesulitan menunda gratifikasi, dan normalisasi perilaku dalam kelompok sebaya. Intervensi psikoedukatif dilakukan dalam 6 sesi meliputi pengenalan konsep phubbing, pemahaman dampak negatif, peningkatan kesadaran diri, komunikasi efektif, strategi praktis pengurangan phubbing, dan pembuatan komitmen perubahan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep phubbing (+89%), kesadaran dampak negatif (+125%), pengetahuan komunikasi efektif (+60%), dan motivasi untuk berubah (+114%). Tingkat kehadiran mencapai 97% dengan partisipasi aktif yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan psikoedukatif terstruktur efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang dampak negatif phubbing pada remaja dalam setting pendidikan, meskipun diperlukan program lanjutan untuk melihat perubahan perilaku jangka panjang.