Qurrota A’yuni Fitriana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Perilaku Perundungan Anak di Kampung Pelangi Rifda Haura Fathina Besri; Qurrota A’yuni Fitriana
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.859

Abstract

Perundungan merupakan topik yang sering kali dijadikan pembahasan. Namun, pembahasan sering kali berfokus pada penanganan korban. Sementara itu, sering kali pelaku perundungan, yang menjadi penyebab kasus perundungan, hanya menerima hukuman dan stigma negatif tanpa bantuan apa pun. Mereka berisiko menjadi pelaku kejahatan di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana gambaran perilaku perundungan pada anak-anak di Kampung Pelangi Surabaya secara lebih dalam. Hasil menunjukkan bahwa anak-anak di Kampung Pelangi Surabaya menunjukkan agresivitas yang tinggi, kurangnya aspek sosial dan emosional yang ada pada diri sendiri, serta anak yang cenderung berpikiran egosentris karena anak masih berusia 6 hingga 12 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisa fenomenologi agar lebih subjektif dan mendalam. Harapannya, kajian soal pelaku perundungan akan meningkat hingga program pendidikan berbasis moral akan mendapatkan banyak referensi.
Gambaran Psikologis Subjek dengan Skizofrenia Hebefrenik: Studi Kasus Berdasarkan Teori Kelekatan dan Psikologi Individual Riza Nurlita Amelia; Qurrota A’yuni Fitriana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p386-392

Abstract

Skizofrenia hebefrenik merupakan gangguan jiwa kronis yang sering kali muncul pada usia remaja dan sangat dipengaruhi oleh faktor psikososial dan aspek biologis. Gejala klinis muncul berupa disorganisasi berpikir dan perilaku yang sering berakar dari dinamika dan relasi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran psikologis mengenai subjek dengan skizofrenia hebefrenik melalui teori kelekatan dan psikologi individual. Penelitian kualitatif studi kasus yang dilakukan terhadap salah satu pasien berinisial IP (16 tahun) di Rumah Sakit X Surabaya. Data dikumpulkan melalui observasi harian, wawancara (autoanamnesis dan alloanamnesis), serta psikotes proyektif. Temuan menunjukkan subjek mengalami halusinasi auditori dan disorganisasi afek yang signifikan. Dinamika keluarga mengungkap adanya ketimpangan kasih sayang dan pola asuh overprotektif yang memicu disorganized attachment. Subjek juga mengalami kompleks inferioritas akibat perasaan “turun takhta” setelah kelahiran adiknya. Simtom hebefrenik pada subjek merupakan manifestasi dari mekanisme pertahanan diri terhadap luka kelekatan masa kecil dan ketidakmampuan menghadapi tuntutan sosial. Abstract Hebephrenic schizophrenia is a chronic mental disorder that frequently emerges during adolescence and is strongly influenced by psychosocial factors and biological aspects. Clinical symptoms appear in the form of disorganized thinking and behavior that are often rooted in family dynamics and relationships. This study aims to provide a psychological description of a subject with hebephrenic schizophrenia through the lenses of attachment theory and individual psychology. A qualitative case study conducted on a patient with the initials IP (16 years old) at X Surabaya Hospital. Data were collected through daily observations, interviews including both auto-anamnesis and allo-anamnesis, and the administration of projective psychological tests. The findings show that the subject experiences auditory hallucinations and significant disorganization of affect. Family dynamics reveal an imbalance of affection and overprotective parenting patterns that triggered a disorganized attachment style. Furthermore, the subject experiences an inferiority complex due to the feeling of being dethroned after the birth of a younger sibling. The hebephrenic symptoms in the subject are a manifestation of a self-defense mechanism against childhood attachment wounds and the inability to face social demands.