Perundungan merupakan topik yang sering kali dijadikan pembahasan. Namun, pembahasan sering kali berfokus pada penanganan korban. Sementara itu, sering kali pelaku perundungan, yang menjadi penyebab kasus perundungan, hanya menerima hukuman dan stigma negatif tanpa bantuan apa pun. Mereka berisiko menjadi pelaku kejahatan di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana gambaran perilaku perundungan pada anak-anak di Kampung Pelangi Surabaya secara lebih dalam. Hasil menunjukkan bahwa anak-anak di Kampung Pelangi Surabaya menunjukkan agresivitas yang tinggi, kurangnya aspek sosial dan emosional yang ada pada diri sendiri, serta anak yang cenderung berpikiran egosentris karena anak masih berusia 6 hingga 12 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisa fenomenologi agar lebih subjektif dan mendalam. Harapannya, kajian soal pelaku perundungan akan meningkat hingga program pendidikan berbasis moral akan mendapatkan banyak referensi.
Copyrights © 2026