This Author published in this journals
All Journal AgroGreen
Simamora, Lussanty
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine Max (L.) Merill) Terhadap Dosis Dari Berbagai Bahan Bokashi pada Tanah Ultisol Simamora, Lussanty; Zairin, Zairin; Adriani, Dewi Erika
AgroGreen Jurnal AgroGreen, Vol. 2, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis kacang-kacangan yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah kedelai karena mengandung protein yang tinggi. Produksi kedelai di Kalimantan Selatan masih rendah dan berfluktuasi dari tahun ke tahun sehingga produksi kedelai belum dapat dipenuhi atau masih mengimpor. Luas lahan kering di Kalimantan Selatan ialah 1.256. 648 ha yang didominasi oleh tanah Ultisol dan merupakan solusi untuk areal tanam kedelai meskipun ada kendala yang dihadapi seperti tanah yang kesuburannya rendah, karena bahan organiknya juga rendah, pH yang masam serta peka terhadap erosi tanah, untuk mengatasi kendala tersebut dilakukan dengan pemberian pupuk organik yang menjadi sumber ketersediaan unsur hara dan memperbaiki sifat fisik tanah di antaranya bokashi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil kedelai terhadap dosis dari berbagai bahan bokashi pada tanah Ultisol. Penelitian ini berlangsung pada bulan November 2018 sampai April 2019 di Jalan UNLAM II Banjarbaru Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial Tersarang. Faktor pertama bahan bokashi (B) yaitu b0 = bokashi pupuk kandang ayam, b1 = bokashi kirinyu, b2 = bokashi gamal, b3 bokashi mukuna dan faktor kedua adalah dosis bokashi yang tersarang dalam berbagai bahan bokashi (T) yaitu : t0 = 5 t ha-1, t1 = 10 t ha-1 dan t2 = 15 t ha-1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah daun memberikan respon yang berbeda-beda terhadap dosis dari berbagai bahan bokashi, dimana dosis yang terbaik adalah 15 t ha-1 dan jumlah polong hampa memberikan respon yang berbeda terhadap bahan bokashi, dimana bahan bokashi yang terbaik ialah bokashi kirinyu.