Many young adults use Instagram due to its convenience. However, excessive use can negatively impact life satisfaction. A decrease in life satisfaction occurs when individuals excessively self-evaluate and internalize unrealistic beauty standards. The subjects in this study were 260 female young adults aged 18-22 who actively used Instagram for at least 3 hours a day and utilized Instagram's beauty filters. This study employed a non-probability sampling technique. This research utilized two psychological scales: (1) a Self-objectification scale developed by the researchers based on the theory of Dahl et al. (2014), and (2) a life satisfaction scale used in this study based on the aspects of life satisfaction proposed by Diener et al. (1999). The results of this study indicate a relationship between self-objectification and life satisfaction, with a significance of 0.040 (p < 0.05) and showing a negative correlation (r = -0.127), meaning that higher self-objectification is associated with lower life satisfaction. Based on these findings, it can be concluded that the hypothesis of this study is accepted. This research can provide knowledge to young adults about the importance of building self-awareness regarding the negative impacts of excessive internet use. ___________________________________________________________________Banyak dewasa awal yang menggunakan instagram karena memberikan kemudahan. Namun jika digunakan berlebihan akan memberikan terhadap kepuasan hidup. Penurunan kepuasan hidup terjadi ketika individu secara berlebihan menilai diri dan memicu internalisasi standar kecantikan yang tidak realistis. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 260 dewasa awal perempuan berusia 18-22 tahun yang aktif menggunakan instagram minimal 3 jam sehari dan menggunakan filter percantik Instagram. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang nonprobability sampling. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) skala psikologi yaitu (1) alat ukur Self Objectification disusun oleh peneliti berdasarkan teori Dahl dkk. (2014) dan alat ukur kepuasan hidup yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan aspek kepuasan hidup yang dikemukakan oleh Diener dkk. (1999). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self-objectification dan kepuasan hidup yaitu sig 0,040 (p < 0,05) dan menunjukkan arah hubungan yang negatif (r = -0,127) yang berarti semakin tinggi self-objectification maka semakin rendah kepuasan hidup. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima. Melalui penelitian ini maka dapat memberikan pengetahuan kepada dewasa awal bahwa penting untuk membangun kesadaran diri terhadap dampak negatif dari penggunaan internet yang berlebihan