Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FILSAFAT PENDIDIKAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS: KRITIK PERENNIALIS TERHADAP SEKULARISASI PENDIDIKAN Anugrah Giffari; Hironimus Dafa; Ishomuddin
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4489

Abstract

This article investigates the perennialist philosophical critique by Syed Muhammad Naquib Al-Attas of the secularization of education, which is identified as the source of the modern educational crisis, a crisis marked by pragmatism and the erosion of values. This research analyzes Al-Attas's body of work to unveil his critique. The findings show that Al-Attas perceives secularization not just as a political process, but rather as a philosophical program that leads to the desacralization of nature and the despiritualization of man. The most damaging consequence in education is the "loss of adab," defined as the failure to acknowledge the hierarchy of reality and knowledge, resulting in epistemological and ethical chaos. To solve this, Al-Attas offers the project of the "Islamization of Contemporary Knowledge." Its objective is to re-embed knowledge within the Islamic worldview (ru’yat al-Isl?m li al-wuj?d), aspiring to cultivate the "Man of Adab" (al-ins?n al-adab?). This article concludes that Al-Attas's philosophy offers a strong theoretical framework to diagnose the crisis in education and to propose a restorative solution that is rooted in the Islamic intellectual tradition and consistent with the principles of perennial universalism. His perspective is pertinent to tackling the challenges of contemporary education, which lacks spiritual and ethical dimensions.
Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Literasi Digital untuk Mencegah Radikalisme Online pada Siswa SMA Anugrah Giffari; Hironimus Dafa; Ishomuddin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/d7fg4r43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis literasi digital sebagai upaya preventif terhadap radikalisme online pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur sistematis, wawancara mendalam dengan 15 guru PAI, Focus Group Discussion (FGD) dengan 30 siswa SMA, dan validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI berbasis literasi digital yang dikembangkan mencakup lima komponen utama: (1) integrasi kewargaan digital dengan nilai-nilai Islam, (2) pengembangan berpikir kritis terhadap konten online, (3) penguatan karakter berbasis moderasi beragama, (4) pemanfaatan teknologi edukatif, dan (5) keterlibatan orang tua dan komunitas. Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 87,5% dengan kategori sangat layak. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka kerja komprehensif bagi pengembang kurikulum dan praktisi pendidikan dalam mengintegrasikan literasi digital ke dalam pembelajaran PAI untuk mencegah radikalisme online di kalangan siswa SMA.